Ilustrasi. Foto: Liputanindo.id/Khairunnisa Puteri M.
Jakarta: Di tengah situasi ekonomi yang Kagak menentu Begitu ini, banyak jalan yang ditempuh masyarakat Demi dapat memenuhi kebutuhannya. Bahkan, hanya sekadar memenuhi kebutuhan pokok.
Bagi yang Mempunyai keahlian, beberapa kalangan masyarakat dapat menghasilkan tambahan Pendapatan melalui usaha sampingan, Tetapi banyak juga yang pada akhirnya harus berutang Demi memenuhi kebutuhan di tengah situasi ekonomi Begitu ini.
Seiring dengan berkembangnya layanan keuangan digital, utang pinjaman online (pinjol) belakangan ini menjadi salah satu fenomena yang semakin menonjol di tengah masyarakat Indonesia. Kemudahan akses dan persyaratan, proses pencairan yang Segera, bahkan tanpa adanya Jaminan, menjadikan pinjol semakin diminati oleh masyarakat. Pinjol menjadi solusi tercepat dalam mengatasi masalah keuangan yang sedang dihadapi.
Berutang memang merupakan jalan yang paling mudah Demi mengatasi kesulitan keuangan. Tetapi, Terdapat baiknya kita bijak dalam berutang dengan lebih memperhatikan Unsur-Unsur berikut ini sebelum memutuskan Demi berutang, dilansir keterangan Formal Bank Neo Commerce.
1. Pahami tujuan berutang
Sebelum memutuskan berutang, kita harus Pandai memahami Demi apa sebenarnya kita berutang. Secara garis besar, terdapat dua tujuan Lazim berutang, Ialah produktif atau konsumtif. Utang produktif biasanya digunakan sebagai modal usaha atau pendidikan, yang cenderung dilihat sebagai investasi yang dapat menghasilkan di kemudian hari. Sedangkan utang konsumtif biasanya digunakan Demi liburan, membeli gawai terbaru, atau hal-hal yang sebenarnya sangat Kagak mendesak.
2. Pastikan kemampuan membayar
Para penasihat keuangan biasanya mengimbau Bagian cicilan utang per bulannya adalah sebesar 30-35 persen dari total Pendapatan bulanan. Jadi, pastikan bahwa cicilan utang yang nanti kita harus bayar Kagak melebih persentase tersebut. Mengetahui kemampuan membayar sangatlah Krusial sebelum kita memutuskan Demi berutang, karena Kalau Kagak cash flow bulanan akan berantakan dan dapat memengaruhi kemampuan memenuhi kebutuhan pokok lainnya, seperti listrik, makanan, pendidikan, dan sebagainya.
3. Pilih tempat berutang yang Cocok
Memilih tempat berutang yang Cocok juga merupakan Unsur yang sangat Krusial Demi ditentukan sebelum kita berutang, dalam hal ini adalah lembaga keuangan yang Cocok dan Absah. Pastikan kita berutang melalui bank, atau melalui produk Buy Now Pay Later (BNPL), atau perusahaan teknologi finansial yang telah berizin dan diawasi oleh OJK. Hal ini Krusial Demi dilakukan agar kita terhindar dari pinjol ilegal yang merugikan.

Ilustrasi. Foto: Liputanindo.id/Eko Nordiansyah.
4. Kelola utang dengan Bagus
Kalau telah berutang, kita harus Pandai mengelola utang dengan Bagus. Pastikan utang digunakan Demi tujuan yang sedari awal telah ditetapkan. Sisihkan cicilan utang segera setelah menerima Pendapatan bulanan, Demi memastikan kita Pandai membayar cicilan Cocok waktu. Pastikan Demi melunasi utang yang sudah Terdapat terlebih dulu, sebelum berutang kembali.
5. Jangan tunda pembayaran
Seperti yang kita ketahui, terlambat membayar cicilan utang tentu dapat memunculkan denda yang harus kita bayar juga. Jadi pastikan kita selalu membayar cicilan utang Cocok waktu atau bahkan sebelum Anjlok tempo sehingga kita Pandai terhindar dari denda yang Pandai memberatkan dan bahkan Membikin cash flow kita berantakan. Utamakan Demi membayar utang dengan jumlah maksimal, bukan dengan jumlah minimal Demi menghindari utang semakin menumpuk di kemudian hari.
“Pinjaman atau kredit merupakan salah satu instrumen keuangan yang dapat dimanfaatkan Demi memenuhi berbagai kebutuhan dan tujuan keuangan,” Jernih Direktur Penting Bank Neo Commerce Eri Budiono, dikutip dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Juni 2026.
Dia mengingatkan, yang terpenting adalah memastikan pinjaman tersebut digunakan secara bijak, sesuai kebutuhan, dan disesuaikan dengan kemampuan membayar di masa depan. Selain itu, masyarakat juga perlu memastikan mereka memperoleh layanan keuangan dari lembaga yang Absah, berizin, dan diawasi oleh OJK.
“Seiring dengan semakin banyaknya pilihan penyedia layanan pinjaman, kami menyadari sebagai Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), kami Mempunyai tanggung jawab Demi Maju meningkatkan literasi dan edukasi keuangan masyarakat agar dapat mengambil keputusan finansial secara bijak, memahami risiko yang melekat pada pinjaman, serta memilih lembaga keuangan yang terpercaya, berizin, dan diawasi oleh OJK,” Jernih dia.
Bank Neo Commerce juga menyediakan berbagai kanal informasi dan panduan terkait serba serbi keuangan, Bagus terkait menabung, investasi hingga menyangkut keamanan digital yang dapat diakses melalui situs Formal, akun media sosial Formal bank, dan neobank, aplikasi mobile banking Punya BNC.
Hal ini sejalan dengan kampanye yang tengah digalakkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ialah “GENCARKAN” yang merujuk pada Gerakan Nasional Cerdas Keuangan. Gerakan ini bertujuan Demi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di seluruh Area Indonesia. #GENCARKAN2026 #BulanLiterasiKeuangan2026 #FinancialLiteracyCampaign2026.
Nasabah diharapkan dapat memanfaatkan berbagai informasi yang terdapat di berbagai kanal yang disediakan Bank Neo Commerce tersebut guna meningkatkan pemahaman terntang berbagai aspek terkait keuangan, diantaranya terkait bijak dalam berutang dan agar senantiasa terhindar dari pinjaman online ilegal.
