Bogor, Jawa Barat (ANTARA) – Member Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengatakan bahwa menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Dampak Indonesia (BEI) dan nilai Ubah rupiah merupakan sinyal membaiknya perekonomian Indonesia.
“Mudah-mudahan ini adalah sinyal mulai membaiknya perekonomian kita dengan berbagai strategi dan Langkah yang dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” kata Herman Khaeron di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Menurut dia, penguatan IHSG dan nilai Ubah rupiah terhadap dolar AS diharapkan bertahan, dan dapat memberikan Dampak kepada perekonomian Indonesia.
Ia mengatakan bahwa ketika Menyantap tren terakhir Berkualitas IHSG maupun nilai Ubah rupiah cukup mengkhawatirkan, Kepada itu masyarakat juga perlu mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah.
“Semakin kita bersatu, semakin kita solid, semakin kita menunjukkan kekuatan, kemampuan, persatuan itu akan semakin menunjukkan trust dari investor,” ujarnya.
Ia juga berharap para investor yang sebelumnya keluar dapat kembali Kembali Kepada kembali berinvestasi di Indonesia.
Herman Khaeron yang akrab disapa Kang Hero, menambahkan bahwa kenaikan Etnis Kembang acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen merupakan upaya yang cukup efektif.
Selain itu, Ia juga berharap konflik di Timur Tengah Lanjut membaik, dengan itu harga minyak turun dan sejalan dengan itu nilai Ubah rupiah Dapat menguat.
“Ketika harga minyak turun, diharapkan Dapat menurunkan harga BBM dan beban negara terhadap subsidi, kompensasi serta yang berbasiskan terhadap nilai Ubah dolar AS juga Dapat berkurang,” katanya menambahkan.
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Dampak Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat tipis di tengah adanya kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan Mendunia.
IHSG ditutup menguat 4,80 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.177,14. Sementara Grup 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,52 poin atau 1,22 persen ke posisi 609,40.
