Bandara Global Minangkabau biayai Rp553 miliar dongkrak layanan

Bandara Internasional Minangkabau biayai Rp553 miliar dongkrak layanan

Anggarannya itu kemarin di adendum delapan sudah Rp553 miliar, tapi ini sedang dalam tahap pendampingan oleh Kejaksaan.

Padang Pariaman, Sumbar (ANTARA) – Bandara Global Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), menjalankan program pengembangan senilai Rp553 miliar Kepada meningkatkan kualitas layanan, kenyamanan penumpang, serta memperkuat identitas budaya Sumbar sebagai gerbang Esensial wisatawan.

“Anggarannya itu kemarin di adendum delapan sudah Rp553 miliar, tapi ini sedang dalam tahap pendampingan oleh Kejaksaan,” kata General Manager Bandara Global Minangkabau Dony Subardono ditemui di Padang Pariaman, Jumat.

Dia menyebutkan dari total anggaran yang bersumber dari internal tersebut, Sekeliling Rp140 miliar dialokasikan Spesifik Kepada program beautifikasi terminal, sementara Penyelenggaraan proyek Ketika ini mendapat pendampingan dari Kejaksaan.

“Insya Allah Kepada beautifikasi kita divide kemarin Rp140 miliar Kepada beautifikasi saja,” ujarnya.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Global Minangkabau (BIM) Ketika ini tengah menjalankan program beautifikasi dan revitalisasi terminal penumpang pesawat, Kepada meningkatkan standar pelayanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara.

Langkah strategis itu, juga bertujuan memperkuat identitas Sumbar di Bandara Global Minangkabau sebagai pintu gerbang Esensial wisatawan.

“Program beautifikasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pembaruan estetika interior, penataan area komersial, hingga peningkatan fasilitas di dalam terminal,” kata Dony.

Ia menuturkan program beautifikasi sebagai komitmen memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi setiap penumpang pesawat termasuk wisatawan yang berkunjung ke “Ranah Minang” (tanah Natalis atau negeri tempat tinggal orang Minang).

“Kami Ingin Bandara Global Minangkabau Tak hanya tempat naik dan turun dari pesawat saja, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatra Barat,” ujarnya pula.

Proses revitalisasi dan beautifikasi Bandara Global Minangkabau (BIM), di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (19/6/2026). ANTARA/Harianto

Dony mengatakan program beautifikasi ini Mempunyai empat Pusat perhatian, pertama, sentuhan budaya Minangkabau yang modern dengan melakukan transformasi visual interior perpaduan arsitektur modern dan motif tradisional Minangkabau, seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung.

Kedua, peningkatan fasilitas dan kenyamanan melalui peremajaan area tunggu (boarding lounge), optimalisasi ambience, serta peningkatan fasilitas toilet Kepada memenuhi standar Dunia serta ramah disabilitas.

Ketiga, penataan alur penumpang (flow management) dengan menata ulang tata letak area check-in dan komersial Kepada menciptakan pergerakan penumpang yang lebih Lancar, luas dan bebas hambatan (seamless).

Keempat, tersedianya area hijau di dalam terminal (indoor greenery) dengan menambahkan elemen lanskap hijau di titik-titik strategis, sehingga membawa nuansa asri, Asri dan menenangkan bagi penumpang pesawat.

Dony menambahkan, Bandara Global Minangkabau juga Ingin memberikan customer experience yang dapat dirasakan lima panca indra.

Pengalaman itu diwujudkan melalui unsur visial (sight) dengan menampilkan budaya Minangkabau, unsur sentuhan (touch) melalui penggunaan Pakaian adat pada setiap event, unsur Bunyi (sound) dengan penampilan live musik daerah di terminal.

Selain itu, unsur cita rasa (taste) dengan tenant yang menyajikan Masakan Sumbar dan desain tenant berkonsep Rumah Gadang, serta unsur aroma (smell) dengan penggunaan wewangian Spesifik di area terminal.

Sejumlah penumpang di ruang tunggu Bandara Global Minangkabau (BIM) di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (19/6/2026). ANTARA/Harianto

Meski begitu, Dony memastikan seluruh tahapan beautifikasi dikelola secara ketat, sehingga Tak mengganggu operasional penerbangan maupun kenyamanan penumpang. Area kerja fisik disekat dengan rapi, dan pengerjaan berat dilakukan pada Ketika low hour (jam Hening penerbangan) atau malam hari.

Pihak manajemen menginformasikan bahwa terdapat sedikit perubahan alur serta pengerjaan di beberapa titik yang mungkin dapat menimbulkan ketidaknyamanan selama masa beautifikasi yang tahap awal direncanakan rampung pada awal Kuartal III/2026 dan secara keseluruhan pada Kuartal IV/2026.

“Setelah beautifikasi, Bandara Global Minangkabau hadir dengan Paras lebih segar Kepada siap menyambut pertumbuhan arus wisatawan dan mendukung kemajuan sektor ekonomi serta pariwisata di Sumatera Barat secara berkelanjutan,” kata Dony pula.