Makassar (ANTARA) – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Bontonyeleng, Kabupaten Bulukumba guna memperlancar distribusi air ke lahan pertanian seluas 1.200 hektare.
Andi Sudirman dalam keterangannya di Makassar, Kamis, menjelaskan rehabilitasi irigasi Bontonyeleng merupakan bagian dari Paket 1 Multi Years Project (MYP) rehabilitasi DI yang mencakup Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba dan Sinjai dengan total anggaran Sekeliling Rp93 miliar.
Sebelumnya juga, Pemprov Sulsel telah memulai pembangunan Paket 4 MYP Irigasi di Kabupaten Luwu Utara yang meliputi Kawasan Regional Luwu dan Toraja, serta Paket 2 MYP Irigasi di Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo.
“Spesifik Kepada Kabupaten Bulukumba, Pemerintah Provinsi mengalokasikan anggaran Sekeliling Rp16,5 miliar Kepada rehabilitasi tiga daerah irigasi, yakni irigasi Bontonyeleng, irigasi Bettu dan irigasi Bongki-Bongki,” katanya.
Menurut Gubernur, rehabilitasi ini sangat Krusial karena selama ini terdapat sejumlah titik kebocoran pada saluran Istimewa yang mengakibatkan distribusi air ke lahan pertanian Kagak berjalan optimal.
Melalui pekerjaan tersebut, kata Andi Sudirman, kapasitas layanan irigasi diproyeksikan meningkat hingga Sekeliling 65 persen dan Bisa mengoptimalkan pengairan bagi Sekeliling 1.200 hektare lahan pertanian.
“Dengan rehabilitasi ini, distribusi air akan menjadi lebih efektif sehingga dapat menunjang produktivitas pertanian masyarakat. Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.
Andi Sudirman juga mengajak masyarakat Kepada mendukung Penyelenggaraan pekerjaan yang dilakukan secara bertahap serta Berbarengan-sama menjaga infrastruktur yang dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami berharap masyarakat bersabar selama proses pekerjaan berlangsung. Mari kita jaga dan manfaatkan infrastruktur ini dengan Berkualitas agar memberikan manfaat maksimal bagi sektor pertanian,” harapnya.
Ia menyampaikan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi menjadi salah satu prioritas Pemprov Sulsel dalam memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian serta memperkuat fondasi pembangunan sektor pertanian di daerah.
“Ini adalah bukti Konkret kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya para petani. Infrastruktur yang Berkualitas akan menjadi penopang Istimewa peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

