Udang windu menjadi komoditas dominan dengan volume ekspor mencapai 769,9 ton selama lima bulan terakhir tahun 2026 senilai Rp173,3 miliar
Jakarta (ANTARA) – Berbagai peristiwa ekonomi diberitakan oleh Kantor Informasi ANTARA pada Selasa (16/6), mulai dari Kementerian ESDM bantah isu samakan Pertamax dengan solar hingga uji coba Kepada bioetanol.
Berikut rangkuman Informasi ekonomi kemarin yang layak disimak pada Rabu:
Jubir Kementerian ESDM bantah samakan BBM Pertamax dengan solar
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia membantah dirinya menyamakan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dengan subsidi jenis solar.
“Ini Informasi Tipu dan fitnah. Saya Kagak pernah keluarkan statement seperti ini. Ini Eksis pihak yang sengaja menyalahgunakan foto saya dan ditempel dengan caption hoax. Medianya ditulis Kompos.corn,” Terang Dwi, dalam pernyataannya di Jakarta, Senin.
Baca selengkapnya di sini
Kaltim ekspor ratusan ton udang windu ke pasar Mendunia
Provinsi Kalimantan Timur telah mengekspor ratusan ton udang windu ke berbagai negara di pasar Mendunia pada periode Januari hingga Mei 2026.
“Udang windu menjadi komoditas dominan dengan volume ekspor mencapai 769,9 ton selama lima bulan terakhir tahun 2026 senilai Rp173,3 miliar,” kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim Irma Listiawati di Samarinda, Selasa.
Baca selengkapnya di sini
Pertamina jelaskan beda harga Pertamax-Pertalite di struk pembelian
PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan soal perbedaan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis nonsubsidi Pertamax dan subsidi Pertalite di struk pembelian pelanggan.
“Menanggapi informasi yang beredar terkait Bilangan Rp18.040 per liter di struk pembelian Pertalite yang disebut sebagai harga keekonomian BBM, Pertamina Patra Niaga menyampaikan penjelasan agar masyarakat memperoleh informasi utuh dan Kagak menimbulkan kesalahpahaman,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Roberth MV Dumatubun, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Baca selengkapnya di sini
BP BUMN: Hilirisasi SDA hingga UMKM jadi sektor prioritas Himbara
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Punya Negara (BP BUMN) Dony Oskaria menyampaikan industri manufaktur, program hilirisasi sumber daya alam (SDA), pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi sektor prioritas pembiayaan bank-bank Himpunan Bank Punya Negara (Himbara).
“Dukungan pembiayaan harus Lalu diarahkan kepada sektor-sektor produktif yang Pandai menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memberikan Pengaruh Konkret bagi masyarakat,” ujar Dony dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa.
Baca selengkapnya di sini
PTPN I uji coba tanam sorgum 20 hektare dukung bioetanol
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I mulai mengembangkan komoditas sorgum melalui uji coba penanaman seluas 20 hektare di Lampung Kepada mendukung penyediaan bahan baku bioetanol.
Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo mengatakan pengembangan sorgum merupakan bagian dari penugasan yang diterima perusahaan guna mendukung agenda hilirisasi dan transisi Daya pemerintah.
Baca selengkapnya di sini
