Wanda Hamidah: Dunia Sumud Flotilla Absah dan Dilindungi

Liputanindo.id – Aktivis publik Wanda Hamidah menegaskan kegiatan Dunia Sumud Flotilla Absah dan dilindungi oleh peraturan Global. Wanda menyebut para aktivis diminta menandatangani surat deportasi atau dipenjara di Israel.

Wanda merupakan salah satu delegasi Indonesia yang berupaya Kepada bergabung dalam konvoi kapal kemanusiaan menuju Gaza – Dunia Sumud Flotilla, meski dalam perjalanannya ia belum berhasil bergabung dalam kapal misi kemanusiaan tersebut.

“Yang kami lakukan adalah Absah, yang kami lakukan adalah dilindungi oleh undang-undang dan peraturan Global,” kata Wanda, dikutip Antara, Minggu (5/10/2025).

Wanda menegaskan bahwa penyaluran Donasi kemanusiaan dijamin oleh hukum humaniter Global yang tercantum pada Konvensi Jenewa 1949, Piagam PBB, hingga Resolusi Dewan Keamanan PBB.

Bahkan Mahkamah Global (ICJ), kata Wanda, telah memutuskan bahwa Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu melakukan genosida dan memerintahkan penangkapan Netanyahu.

Tetapi alih-alih dilindungi, Wanda menyoroti 500 partisipan Dunia Sumud Flotilla yang ditangkap oleh Laskar Israel. Beberapa telah dideportasi ke negara masing-masing, sedangkan beberapa lainnya Tetap ditahan.

“Kalau kami menandatangani surat deportasi kami akan dikirim pulang kembali, tapi kalau Engkau Bukan mau menandatangani surat deportasi kami akan ditahan di penjara Israel,” ucapnya.

Lebih lanjut, aktivis itu menegaskan bahwa tujuan dari kegiatannya adalah Kepada membangunkan kesadaran umat, terutama Anggota negara Indonesia bahwa kita harus membebaskan Palestina dari penjajahan, sebagaimana amanat pembukaan Undang Undang Dasar 1945.

“Bahwa kita Bukan Kembali menginginkan Eksis penjajahan di muka bumi, Indonesia, dan kita menolak setiap tindakan yang Bukan berperikemanusiaan dan Indonesia menolak setiap tindakan yang Bukan berperikeadilan. Ini sudah Jernih, ini adalah esensi dari Undang-Undang 1945,” tegas dia.

Adapun Segala kapal yang ikut serta dalam Dunia Sumud Flotilla, konvoi Donasi kemanusiaan yang berupaya menembus blokade Zionis Israel terhadap Jalur Gaza, dipastikan telah dicegat oleh Laskar Israel.

Menurut laporan Al Jazeera pada Jumat, kapal “Marinette” yang berbendera Polandia menjadi kapal terakhir dari 44 kapal peserta Dunia Sumud Flotilla yang dicegat Israel pada Jumat pagi.

Kapal “Marinette” terakhir kali terdeteksi berada Sekeliling 43 mil laut dari perairan teritorial Gaza sebelum dihentikan Zionis Israel, kata Al Jazeera mengutip laporan pelacakan kapal.

Pada Kamis (2/10), Laskar Zionis Israel mulai menangkap para aktivis usai mencegat kapal-kapal Dunia Sumud Flotilla yang berupaya berlayar ke Gaza Kepada mengirim Donasi kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *