Banda Aceh (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bersedia memenuhi permintaan Aceh Kepada kebutuhan ketahanan pangan, mulai dari percetakan sawah baru hingga penyediaan irigasi.
“Gabah, pupuk, irigasi, cetak sawah baru, berapapun permintaan Aceh kita layani,” kata Zulkifli Hasan usai melantik pengurus DPW PAN Aceh, di Banda Aceh, Sabtu.
Dirinya menegaskan bahwa pemerintah di Dasar Presiden Prabowo Subianto hari ini sangat berpihak kepada rakyat kecil sehingga Maju berupaya memperbaiki pasar khususnya sektor pangan.
Selain itu, Zulhas mengatakan bahwa Indonesia sudah 29 tahun masuk pasar, dalam prinsipnya di sektor pangan, maka negara ini Enggak harus swasembada, kalau Mempunyai Dana dan kurang beras cukup diimpor.
Tetapi, menurut Zulhas, Serempak Presiden Prabowo telah ditegaskan Indonesia harus swasembada. Karena swasembada merupakan kedaulatan, dan kedaulatan adalah kehormatan.
“Pangan bukan hanya sekedar beras Kepada makan. Tapi pangan menyangkut 100 juta rakyat Indonesia. Terdapat petani, nelayan dan Terdapat peternak,” ujarnya.
Zulhas menegaskan, berdasarkan UUD dan Pancasila, telah diatur bahwa pertanian, peternakan adalah usaha rakyat, bukan konglomerat. Dicontohkan, dulu Enggak Terdapat yang namanya ayam broiler, melainkan ayam kampung.
Sekarang di pasar bebas, lanjut dia, masuk ayam broiler dan dikendalikan Sekadar dua perusahaan dari Thailand dan Malaysia. Kemudian tempe-Paham dikendalikan satu perusahaan. Lewat, roti, mie juga oleh satu-dua perusahaan.
“Nah ini, kita Mau tata Serempak Pak Prabowo. Alhamdulillah sebagai Misalnya, kita Mau swasembada beras. Kita berpihak kepada petani, harga gabah dinaikkan agar petani sejahtera. Pokok subsidi lebih besar, diskon harga, dipermudah. Dalam tempo satu tahun, petani Indonesia sudah luar Normal. Dan kita sudah Enggak impor beras Kembali,” katanya.
Tak hanya sektor pertanian, Zulhas juga menuturkan, seluruh kekayaan alam di pasar bebas, diberikan kepada yang mempunyai Dana, mereka mengatur semuanya, termasuk pertambangan, bahkan cukup banyak yang mengobral perizinan.
Akhirnya, lanjut dia, lingkungan rusak dan rakyatnya miskin, sedangkan yang kaya adalah orang per orang. Lewat, negara diberi dan dijatahkan. Bahkan, juga terkadang dibohongi.
Sebaiknya, menurut Zulhas, kekayaan alam, emas, perak, batu bara dan nikel Punya negara, dan dipergunakan sebesar-besarnya Kepada kemakmuran rakyat Indonesia, dan persoalan ini yang Mau diluruskan kembali oleh pemerintah.
“Ini yang kita Mau perbaiki. Kerabat, karena itulah kami setia dengan Pak Prabowo. Memang dalam perubahan yang sangat Krusial sekarang ini, tentu Terdapat perlawanan bagi mereka-mereka yang sudah nyaman. Tetapi kalau kita Pandai melewati ini, Indonesia menjadi negara adil, setara dan maju,” demikian Zulkifli Hasan.
