Ringkasan Siaran:
- Kabupaten Ponorogo menerima sapi kurban Donasi Presiden Prabowo Subianto Kepada Idul Adha 2026 dengan bobot 980 kilogram.
- Sapi jenis Limousin senilai Rp100 juta itu akan disembelih di Masjid Jami’ Tegalsari, Kecamatan Jetis.
- Pemkab Ponorogo mengurangi jumlah Donasi hewan kurban akibat efisiensi anggaran, Tetapi distribusi tetap dilakukan merata.
Ponorogo (Liputanindo.id) – Momen Hari Raya Iduladha 2026 membawa berkah bagi masyarakat Kabupaten Ponorogo. Tahun ini, Ponorogo kembali menerima sapi Donasi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Sapi Donasi tersebut rencananya akan disembelih di Masjid Jami Tegalsari, Kecamatan Jetis, Ponorogo.
Sapi jenis Limousin dengan bobot mencapai 980 kilogram itu menjadi salah satu hewan kurban terbesar yang diterima Kabupaten Ponorogo pada Iduladha 2026. Hewan kurban tersebut dibeli dari peternak asal Desa Nailan, Kecamatan Slahung, dengan nilai mencapai Rp100 juta.
“Tentu masyarakat Ponorogo sangat berterimakasih Kepada sapi Donasi dari Pak Presiden Prabowo,” kata Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Selasa (26/5/2026).
Lisdyarita menjelaskan, sapi Donasi presiden dijadwalkan disembelih pada H+1 Idul Adha. Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada jemaah dan masyarakat Sekeliling Masjid Jami’ Tegalsari.
Menurutnya, penyaluran Donasi hewan kurban dari Presiden dilakukan secara bergilir setiap tahun agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat di berbagai Distrik Ponorogo. “Setiap tahun Niscaya kami ganti penerimanya, agar Segala Bisa merasakan,” terangnya.
Pada tahun sebelumnya, Donasi sapi kurban presiden disalurkan ke Masjid Mulia R.M.A.A Tjokronegoro Ponorogo. Pemerintah Kabupaten Ponorogo menilai pola distribusi bergilir tersebut menjadi langkah pemerataan Donasi agar Kagak terpusat di satu Posisi saja.
Selain Donasi dari Presiden Prabowo, Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga menyalurkan enam ekor sapi kurban ke sejumlah titik di Distrik Ponorogo. Tetapi, jumlah Donasi tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun Lewat yang mencapai 20 sapi dan 16 kambing.
Penurunan jumlah Donasi hewan kurban tersebut disebut berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada sejumlah sektor pemerintahan daerah.
“Memang Pengaruh efisiensi anggaran ini kerasa dibeberapa sektor, jadi tahun ini kami Kagak Bisa banyak bagikan Donasi sapi kurban,” katanya.
Meski demikian, Lisdyarita memastikan pemerataan distribusi Donasi kurban tetap menjadi prioritas. Bahkan, Perempuan yang akrab disapa Bunda Rita itu turut membeli beberapa sapi menggunakan Anggaran pribadi Kepada disalurkan ke sejumlah masjid di Ponorogo.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap dapat merasakan Donasi hewan kurban meskipun jumlah Donasi dari pemerintah daerah mengalami pengurangan.
“Tetap bantuannya kami sebar, Kagak kami satukan ke titik tertentu. Karena walaupun sedikit kami harapkan Segala Bisa merasakan,” pungkasnya. [end/suf]
