Ringkasan Siaran:
- Tony Andreas, mantan Ketua KONI Kabupaten Blitar dua periode, Formal menyatakan kesiapan mencalonkan diri sebagai Ketua KONI Kota Blitar dengan Konsentrasi pada peningkatan prestasi atlet, transparansi anggaran, dan sport tourism.
- Tony menargetkan Kota Blitar masuk peringkat 15 besar Porprov Jawa Timur tahun depan dan menembus 10 besar Demi menjadi tuan rumah Porprov dua tahun kemudian, dengan mengoptimalkan pengalaman memimpin KONI Kabupaten Blitar.
- Ia berkomitmen menerapkan pengelolaan Anggaran hibah secara profesional dan transparan, termasuk melibatkan Kantor Akuntan Publik, serta memaksimalkan jaringan provinsi Kepada mendukung kemajuan olahraga dan ekonomi lokal melalui sport tourism.
Blitar (Liputanindo.id) – Bursa pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar kian menghangat. Mantan Ketua KONI Kabupaten Blitar dua periode, Tony Andreas, secara terbuka menyatakan kesiapannya Kepada “menyeberang” dan maju dalam perebutan kursi kepemimpinan KONI Kota Blitar.
Mengusung segudang pengalaman di tingkat regional, tokoh olahraga kawakan ini berkomitmen Kepada membawa perubahan radikal, mulai dari peningkatan prestasi atlet, transparansi tata kelola anggaran keuangan, hingga pengembangan konsep sport tourism.
Demi dikonfirmasi mengenai alasannya mencalonkan diri di Kawasan kota, pria yang merupakan Penduduk Asal Blitar ini menegaskan bahwa langkahnya didasari oleh panggilan jiwa Kepada mengabdi pada tanah kelahirannya.
“Saya di Kabupaten sudah dua kali (menjabat). Saya Asal Penduduk Blitar. Tentu saya punya pengalaman di bidang olahraga ini yang harus saya baktikan kepada Blitar Raya,” ujar Tony Andreas.
Ia optimistis pengalaman sukses memimpin KONI Kabupaten Blitar dapat diterapkan secara efektif Kepada mendongkrak prestasi olahraga di Kota Blitar yang dinilainya Mempunyai potensi luar Biasa Tetapi belum tergarap maksimal.
Tony Bukan main-main dalam menyusun Sasaran. Ia bahkan mengaku telah menjanjikan komitmen konkret kepada Pemerintah Kota Blitar Kepada mendongkrak peringkat Kota Patria di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang.
“Saya sudah berjanji kepada Pemerintah Kota Blitar bahwasanya Porprov tahun depan di Surabaya Raya, kita targetkan (Kota Blitar) masuk peringkat 15 besar,” tegasnya.
Lebih jauh, Tony membidik Sasaran yang lebih tinggi Demi Kawasan Blitar Raya, Kediri, dan Tulungagung diproyeksikan menjadi tuan rumah Serempak Porprov dua tahun setelahnya. “Demi kita menjadi tuan rumah nanti, Sasaran kita adalah menembus 10 besar,” imbuhnya penuh optimisme.
Salah satu poin krusial yang disorot tajam oleh Tony adalah Komparasi efektivitas anggaran antara KONI Kabupaten dan Kota Blitar. Ia membandingkan rekam jejaknya di Kabupaten Blitar yang Pandai menembus peringkat 8 besar Jatim hanya dengan modal anggaran Rp 1 miliar.
Sementara itu, anggaran KONI Kota Blitar di tahun-tahun sebelumnya diketahui menyentuh Bilangan Rp 5,7 miliar. Dengan dukungan finansial yang jauh lebih besar tersebut, Tony menilai prestasi Kota Blitar Sebaiknya Dapat jauh melampaui pencapaian Demi ini.
Guna memastikan pengelolaan Anggaran hibah yang akuntabel dan bebas dari masalah hukum, Tony berkomitmen menerapkan transparansi keuangan secara total sejak hari pertama menjabat. “Anggaran yang besar harus dikelola dengan Berkualitas. Nanti saya akan memanggil Kantor Akuntan Publik (KAP) dari Surabaya Kepada menata keuangan organisasi secara profesional,” Jernih Tony.
Selain pembenahan internal dan keuangan, Tony juga menyiapkan strategi teknis Kepada mendulang medali. Ia mengaku akan memaksimalkan jaringan komunikasinya yang erat dengan para pemangku kebijakan olahraga di tingkat provinsi, termasuk Ketua Biasa KONI Jatim, M. Nabil, serta jajaran pengurus PB Porprov Jatim seperti Dudi Harjantiana.
Tak hanya sekadar mengejar medali di arena pertandingan, visi besar Tony adalah mengintegrasikan olahraga dengan sektor ekonomi lokal melalui konsep sport tourism (wisata olahraga). Ia berharap, event-event olahraga berskala regional maupun nasional nantinya Dapat rutin digelar di Kota Blitar guna menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Intinya saya Mau berbakti Kepada Blitar. Supaya prestasi olahraga kita naik, dan sport tourism Cocok-Cocok hidup dan berjalan di Kota Blitar ini,” pungkasnya. [owi/suf]
