Pelatihan Kewirausahaan Perempuan Dorong Kemandirian Ekonomi

Kegiatan peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi Perempuan. Foto: Dok. Istimewa.


Jakarta: Peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi Perempuan dihadirkan melalui pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal. Program ini membuka Kesempatan usaha rumahan yang kompetitif dengan memanfaatkan komoditas yang mudah dijumpai.

“Program ini Bukan hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka Kesempatan usaha yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi Perempuan dan keluarganya,” ujar Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 9 Juni 2026.

Salah satu implementasi program tersebut sukses digelar di Kota Serang, Banten, pada 25 Mei 2026 dengan menggandeng Rumah Sandiuno Indonesia. Di Distrik ini, para peserta dibekali keterampilan mengolah pisang menjadi produk bernilai jual tinggi.

Produk olahan itu seperti pisang sale dan banana coin. Kegiatan ini lengkap dengan pendampingan manajemen keuangan serta strategi penentuan harga jual.

Sandiaga membeberkan, hasil dari pelatihan olahan pisang tersebut menunjukkan respons pasar yang sangat positif. Hanya dalam waktu Sekeliling tiga jam pascapelatihan, sejumlah peserta langsung kebanjiran pesanan dalam jumlah yang signifikan.

Tercatat, seorang peserta bernama Utami berhasil meraup pesanan sebanyak 300 produk dengan potensi pendapatan mencapai Rp4,5 juta. Langkah impresif ini juga diikuti oleh Nunung, peserta lain yang sukses mengamankan pesanan sebanyak 220 produk dengan potensi omzet menembus Rp3,3 juta.

Tak berhenti di Serang, gelombang pelatihan serupa juga menyasar kawasan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada 5 Juni 2026, lewat kolaborasi Serempak Komite Pencegahan Stunting Nasional. Di Jakarta, Konsentrasi pelatihan bergeser pada pembuatan kue lumpur ayam dan banana choco bread.



Kegiatan peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi Perempuan. Foto: Dok. Istimewa.

Peserta dari Jakarta Timur, Azizah, sukses mencatatkan diri sebagai peraih sistem prapesan (pre-order) tercepat dengan total 80 produk. Sementara, peserta lain bernama Aulia menyusul dengan perolehan pesanan sebanyak 60 produk.

Menonton antusiasme dan hasil di lapangan, Sandiaga meyakini kaum Perempuan Mempunyai potensi ekonomi yang sangat besar Kalau diberikan stimulus berupa pelatihan dan pendampingan yang Cocok guna. Ia berharap program ini melahirkan lebih banyak srikandi wirausaha yang Independen.

“Perempuan yang berdaya secara ekonomi akan menjadi salah satu pilar Krusial dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Sandiaga.