Mentan atasi persoalan pupuk dan irigasi usai terima aduan mahasiswa

Mentan atasi persoalan pupuk dan irigasi usai terima aduan mahasiswa

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung mengatasi kelangkaan pupuk dan persoalan irigasi sebagai upaya memperkuat produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional usai menerima berbagai aduan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas).

“Kalau memang Betul Terdapat distributor yang menyebabkan petani kesulitan mendapatkan pupuk, segera cek. Kalau terbukti melanggar, cabut izinnya,” kata Mentan dalam Kuliah Lumrah di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.

Adapun suasana kuliah Lumrah itu berubah menjadi Perhimpunan penyelesaian masalah pertanian.

Begitu mahasiswa menyampaikan keluhan petani terkait pupuk dan kerusakan irigasi di Kabupaten Gowa, Mentan langsung memerintahkan jajarannya melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan.

Di hadapan Sekeliling 300 mahasiswa, Mentan membuka ruang Obrolan seluas-luasnya bagi peserta Kepada menyampaikan kritik, masukan, maupun persoalan yang mereka temukan langsung di tengah masyarakat.

Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari pupuk bersubsidi, kerusakan irigasi, alih fungsi lahan, strategi mempertahankan swasembada pangan, hingga pengembangan Kekuatan terbarukan berbasis pertanian.

Salah satu mahasiswa, Arham, mengangkat persoalan kelangkaan pupuk yang Tetap dirasakan petani di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Mendengar hal tersebut, Mentan langsung menelepon direktur terkait Kepada segera melakukan Pembuktian dan penelusuran di lapangan.

Tak hanya itu, mahasiswa tersebut juga menyampaikan kondisi jaringan irigasi yang rusak di Daerah yang sama.

Menanggapi laporan tersebut, Mentan langsung memerintahkan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan Kepada mengawal penyelesaian persoalan tersebut agar Bukan mengganggu aktivitas dan produktivitas petani. Respons Segera tersebut mendapat perhatian peserta kuliah Lumrah.

Bagi Mentan, persoalan yang dihadapi petani Bukan boleh berhenti sebagai bahan Obrolan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah Konkret.

Dalam sesi dialog, mahasiswa juga mempertanyakan langkah pemerintah mempertahankan swasembada beras di tengah tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

Menjawab hal itu, Amran menegaskan pemerintah Lanjut memperkuat fondasi produksi melalui pembangunan dan rehabilitasi irigasi, penyediaan benih unggul, modernisasi pertanian, optimalisasi lahan, serta perlindungan lahan sawah dari alih fungsi.

Menurutnya, keberhasilan menjaga ketahanan pangan membutuhkan pengawasan yang ketat dan keberpihakan yang kuat kepada petani.

“Alih fungsi lahan sawah Bukan boleh dibiarkan. Sawah dan irigasi harus kita jaga karena menjadi fondasi Primer ketahanan pangan nasional,” tegas Amran, dalam keterangannya, yang diterima di Jakarta.

Mahasiswa juga menyoroti pengembangan Kekuatan terbarukan berbasis sektor pertanian. Menanggapi hal tersebut, Mentan menjelaskan hilirisasi kelapa sawit menjadi biodiesel merupakan salah satu strategi besar pemerintah Kepada mewujudkan kemandirian Kekuatan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

Menurutnya, Indonesia Mempunyai sumber daya yang cukup Kepada menjadi negara yang kuat dalam sektor pangan maupun Kekuatan apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Mentan juga mengajak mahasiswa Kepada membiasakan diri melakukan tabayun atau memeriksa kebenaran informasi sebelum menarik Hasil.

Ia menegaskan kritik merupakan bagian Krusial dalam pembangunan, selama didasarkan pada data dan fakta.

“Kritik itu Krusial. Pengkritik yang jujur adalah sahabat sejati. Karena itu, setiap informasi harus dicek dan dilihat secara utuh agar kita Bisa mengambil keputusan yang Betul,” katanya.

Dia juga mengaku senang dengan antusiasme dan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pertanyaan maupun aspirasi. Ia berharap generasi muda pertanian dapat menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan bangsa melalui Ciptaan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya senang dengan pertanyaan kalian. Saya Mau kalian lebih Bagus dari saya. Kalian yang akan melanjutkan perjuangan membangun pertanian Indonesia ke depan,” kata Amran.