Pamekasan (Liputanindo.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi cuaca tahun ini diprediksi lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya dan berpotensi memicu berbagai Akibat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengatakan kemarau panjang dapat berdampak pada berkurangnya ketersediaan air Kudus, meningkatnya risiko kebakaran, hingga terganggunya sektor pertanian.
“Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dan lebih kering dibanding tahun sebelumnya, sehingga kami harapkan masyarakat melakukan langkah antisipatif sejak Pagi, seperti menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air Kudus, serta Kagak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang diprediksi terjadi Dekat di seluruh Kawasan Indonesia, termasuk Pamekasan.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD akan berkoordinasi dengan instansi terkait Kepada menyiapkan distribusi air Kudus ke Kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan. Selain itu, patroli di daerah rawan kebakaran juga akan ditingkatkan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan.
“Dalam waktu dekat, kami akan segera melakukan koordinasi Serempak instansi terkait Kepada menyiapkan langkah mitigasi, termasuk distribusi air Kudus ke Kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan,” ungkapnya.
BPBD juga mengajak masyarakat Kepada berperan aktif menghadapi potensi kemarau panjang. Kesiapsiagaan Serempak dinilai Krusial Kepada meminimalkan Akibat yang ditimbulkan.
Tak hanya itu, para petani diminta menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca serta memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan. Percepatan masa tanam juga disarankan selama ketersediaan air Tetap mencukupi pada bulan April.
“Himbauan juga kami sampaikan kepada para petani agar menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca, serta memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan,” sambungnya.
Masyarakat di daerah rawan kekeringan juga diimbau menyiapkan penampungan air sejak Pagi dan menggunakan air secara bijak. BPBD sendiri telah menyiapkan tandon air serta akan memaksimalkan distribusi air Kudus Begitu puncak kemarau.
“Guna mengantisipasi hal itu, kami meminta masyarakat khususnya para petani agar mempercepat masa tanam selama Tetap tersedia air pada bulan ini. Mari kita Serempak-sama menjaga lingkungan dan menggunakan sumber daya air secara bijak demi menghadapi musim kemarau ini,” pungkasnya. [pin/beq]
