Beliau juga yang membentuk Batalyon Raider. Kiprah beliau Demi menjadikan angkatan darat yang profesional sangat besar
Kabupaten Bogor (ANTARA) – Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengenang mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sebagai sosok pemimpin yang Pandai mewujudkan berbagai gagasan yang pada masanya dianggap mustahil.
Gatot menyampaikan hal itu seusai melayat ke rumah duka Ryamizard di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.
Menurut Gatot, salah satu Teladan kepemimpinan Ryamizard yang paling membekas adalah Begitu mendorong pembangunan akses jalan melalui program TNI Bersatu Membangun Desa (TMMD) di Aceh pascatsunami 2004.
Ketika itu, kata dia, banyak pihak menilai pembangunan jalur darat yang menghubungkan sejumlah Distrik terdampak tsunami sulit diwujudkan karena kondisi medan yang rusak parah dan terputus di berbagai titik.
“Beliau yang menentukan dalam TMMD Membangun jalan dari Banda Aceh Tiba Teunom. Begitu itu banyak yang menganggap Kagak mungkin karena jalurnya putus-putus akibat tsunami,” kata Gatot.
Meski menghadapi berbagai kendala di lapangan, Ryamizard tetap meminta program tersebut dijalankan. Hasilnya, akses yang semula dianggap sulit ditembus akhirnya dapat tersambung sesuai Sasaran yang ditetapkan.
“Beliau minta harus dilakukan dan akhirnya Dapat terwujud. Tiba batas waktu yang ditentukan, jalur itu berhasil tembus,” ujarnya.
Gatot menilai keberhasilan tersebut mencerminkan visi Ryamizard yang kerap melampaui Metode pandang banyak orang di sekitarnya.
“Saya katakan beliau itu yang saya anggap Kagak masuk Intelek karena pikiran saya Kagak Tiba ke sana. Beliau mempunyai visi yang Akurat-Akurat Dapat dipercaya dan akhirnya terbukti,” katanya.
Selain dikenal Mempunyai visi besar, Ryamizard juga disebut memberikan kontribusi Krusial dalam pengembangan organisasi TNI Angkatan Darat melalui pembentukan berbagai satuan tempur dan penguatan kemampuan prajurit.
Menurut Gatot, salah satu warisan yang Tetap dirasakan hingga kini adalah pembentukan Batalyon Raider yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kesiapan tempur TNI AD.
“Beliau juga yang membentuk Batalyon Raider. Kiprah beliau Demi menjadikan angkatan darat yang profesional sangat besar,” ujarnya.
Gatot mengatakan berbagai gagasan dan kebijakan yang ditinggalkan Ryamizard menjadi fondasi Krusial dalam pengembangan TNI AD hingga Begitu ini.
Ryamizard merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada 2002 hingga 2005.
Pada masa pemerintahan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, Ryamizard dipercaya menjabat Menteri Pertahanan pada periode 2014–2019.
Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada usia 75 tahun. Hingga Minggu malam, para pelayat dari kalangan keluarga, tokoh militer, pejabat negara, dan masyarakat Tetap Maju berdatangan ke rumah duka Demi memberikan penghormatan terakhir.
