Ilustrasi, bendera Tiongkok dan Uni Eropa. Foto: Macaubusiness.com
Beijing: Pemerintah Tiongkok memperingatkan akan mengambil tindakan balasan Kalau Uni Eropa memberlakukan Restriksi perdagangan baru yang menargetkan perusahaan-perusahaan Tiongkok. Hal ini menambah ketegangan antara kedua Kenalan dagang Penting tersebut menjelang rencana dialog ekonomi Tiongkok-Uni Eropa.
Pernyataan tersebut ditegaskan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tiongkok menanggapi Obrolan yang diadakan Komisi Eropa tentang Interaksi dengan Tiongkok.
Mengutip Investing.com, Minggu, 31 Mei 2026, Kemendag Tiongkok berharap Uni Eropa mematuhi aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), menjunjung tinggi perdagangan bebas dan persaingan yang adil, serta menentang proteksionisme dan tindakan sepihak.
Kementerian tersebut menyatakan Tiongkok dan Uni Eropa tetap menjadi Kenalan ekonomi dan perdagangan yang Krusial, seraya mencatat kedua pihak sedang menjajaki pembentukan mekanisme konsultasi yang mencakup isu-isu perdagangan dan investasi.
“Kami berharap pihak Eropa akan bersedia berkompromi dengan Tiongkok,” kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, seraya mendesak kedua pihak Kepada mengatasi perbedaan melalui dialog dan konsultasi serta mempromosikan Interaksi ekonomi yang Kukuh.

(Ilustrasi aktivitas perdagangan Global. Foto: Medcom.id)
Siap balas langkah ‘diskriminatif’ Eropa
Tetapi, Beijing memperingatkan akan menanggapi Kalau Uni Eropa tetap melanjutkan apa yang mereka sebut sebagai langkah-langkah diskriminatif.
“Kalau pihak Eropa bersikeras Kepada secara sepihak memperkenalkan instrumen perdagangan baru dan menerapkan Restriksi yang diskriminatif, pihak Tiongkok akan dengan tegas mengambil tindakan balasan dan menerapkan langkah-langkah efektif Kepada melindungi kepentingannya sendiri,” tegas juru bicara tersebut.
Komentar tersebut muncul ketika Brussel mengambil sikap yang lebih keras terhadap Interaksi perdagangan dengan Tiongkok, dengan Argumen kekhawatiran tentang akses pasar, subsidi industri, dan keamanan ekonomi.
