Liputanindo.id – Aliansi Indonesia – Dua gol Dewa United ke gawang Persib Bandung menuai polemik. Hal ini mendapat respons dari Komite Wasit PSSI pimpinan Yoshimi Ogawa.
Dewa United Bisa menahan imbang Persib Bandung dengan skor 2-2 pada laga lanjutan BRI Super League 2025/26 di Banten International Stadium (BIS), Senin (20/4) kemarin. Tuan rumah unggul dua gol lebih dulu melalui Alex Martins (24′) dan Ricky Kambuaya (61′).
Gol Alex Martins tercipta berkat umpan silang Alexis Messidoro. Tetapi bola seperti sudah keluar lapangan lebih dulu sebelum gelandang asal Argentina itu memberikan assist.
Momen itu menjadi perdebatan di media sosial karena para pemain bertahan Persib sempat menyangka bola sudah keluar. Hal itu Membikin Alex Martins tak terkawal dan dengan mudah menyontek bola ke gawang Teja Paku Alam.
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, memberikan Kesadaran terkait momen tersebut. Ia menilai keputusan sang pengadil sudah Cocok meski ketepatan terkait bola sudah keluar atau belum Tetap menjadi perdebatan.
“Mereka (wasit) berusaha sebaik mungkin Kepada mengambil posisi, Lampau Menyaksikan situasinya. Kalau mereka Tentu bahwa itu (bola) keluar, mereka harus memberi sinyal,” kata Yoshimi Ogawa.
“Tetapi, Kalau mereka Enggak Tentu, mereka harus mempertahankannya (permainan dilanjutkan), tetap pada keputusan mereka sendiri. Kemudian, kita (VAR) akan memeriksanya dan (Pada momen itu) kita (VAR) Enggak dapat menemukan bukti 100 persen (bola sudah) keluar atau masuk.”
Baca Juga:
Setelah gol tercipta, petugas VAR langsung mengecek momen Ketika Messidoro mengontrol bola. Kalau terbukti sudah keluar, maka gol Alex Martins akan dianulir.
Tetapi dari pengecekan berbagai sudut kamera, Enggak Eksis gambar yang Terang apakah bola sudah keluar atau Tetap di dalam lapangan. Kondisi ini Membikin keputusan wasit yang dipakai.
“Kalau 100 persen (Seksama), mereka (VAR) akan memberikan rekomendasi. Tetapi Kalau mereka Enggak Mempunyai cukup bukti, keputusan awal harus dibuat,” tambahnya.
Sementara Kepada gol kedua Dewa United yang dicetak Ricky Kambuaya, Eksis polemik terkait prosesnya. Bola terlihat sempat mengenai tangan Alex Martins tetapi wasit Enggak menyatakan itu sebagai pelanggaran handball.

Yoshimi Ogawa menyebut momen tersebut memang bukan sebuah handball. Ia mengacu dari pasal 12 dalam laws of The Game (LOTG) terkait foul dan misconduct.
Alex Martins Enggak dinyatakan handball karena bola lebih dulu mengenai kakinya. Arah bola menjadi Enggak terprediksi dan itu dianggap bukan sebuah pelanggaran.
“Kami berbicara berdasarkan fakta di lapangan, bukan Kepada menutup-nutupi kesalahan wasit yang bertugas,” tegas Ogawa.
Selalu update Siaran terbaru seputar Aliansi Indonesia hanya di Liputanindo.id
