Kediri (Liputanindo.id) – Di hari pertama Penyelenggaraan sistem kerja kombinasi Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH) dengan komposisi 60 persen WFO dan 40 persen WFH, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan Misalnya dengan bersepeda Begitu berangkat ke kantor, Jumat (17/4/2025), dari rumahnya menuju Balaikota Kediri.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis Kepada penghematan Daya, serta mendorong transformasi budaya kerja yang lebih modern dan adaptif di lingkungan pemerintahan. Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, pegawai Pemkot Kediri dihimbau Kepada mengutamakan penggunaan moda transportasi Lumrah atau yang Enggak berbahan bakar minyak (BBM). Mbak Wali menegaskan bahwa kebijakan ini Enggak hanya sebatas pengaturan pola kerja, tetapi juga sebagai gerakan Berbarengan Kepada menekan konsumsi Daya.
“Tentunya kita akan mengutamakan Kepada menggunakan kendaraan yang Enggak menggunakan BBM. Jadi nanti Dapat menggunakan sepeda, atau transportasi Lumrah lainnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota termuda ini mengungkapkan rasa syukur karena kebijakan tersebut mendapat respons positif dari jajaran perangkat daerah. Nyaris seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi di Kota Kediri, yang turut berpartisipasi dengan menggunakan sepeda Begitu berangkat kerja.
“Alhamdulillah Nyaris seluruh OPD dan seluruh instansi ketika berangkat kerja menggunakan sepeda. Tentunya ini adalah upaya kita Berbarengan Kepada meningkatkan efisiensi Daya,” ungkapnya.
Tak hanya Wali Kota Kediri, dukungan terhadap kebijakan ini juga ditunjukkan oleh Wakil Wali Kota Kediri yang berangkat kerja dengan berjalan kaki.
Melalui kebijakan ini, diharapkan Enggak hanya tercipta efisiensi dalam penggunaan Daya, tetapi juga terbangun budaya kerja yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan di Kota Kediri. Pemerintah Kota Kediri akan Lalu melakukan Penilaian dan pengembangan kebijakan ini guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat. [nm/kun]
