Bukittinggi,- (ANTARA) – Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, mengatakan momen satu abad Jam Gadang akan diperingati dengan rangkaian kegiatan seni dan budaya berkelas Global yang juga dihadiri tamu undangan mancanegara.
“Jam Gadang Tak perlu dikenalkan secara nasional Tengah, sudah harus dikenalkan di tingkat Global. Eksis dua puluh kegiatan dimulai awal Juni hingga puncak di 21 Juni. Sebanyak 36 delegasi dan duta besar dari Berbagai Macam-macam negara dijadwalkan hadir,” kata Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di Bukittinggi, Selasa (26/5).
Dia mengatakan peringatan seabad Jam Gadang diselenggarakan melalui rangkaian kegiatan International Minangkabau Literacy Festival ke-4 (IMLF-4) yang mengusung tema “100 Years of Jam Gadang & From Literacy to Legacy: Building Wealth, Peace and Sustainability Learning”.
“Festival literasi dan kebudayaan ini akan berlangsung lima hari penuh mulai dari 3 hingga 7 Juni diikuti oleh 259 peserta delegasi yang berasal dari 36 negara,” katanya.
Di antara negara yang ikut adalah Australia, Inggris, Jerman, Rusia, India, Korea Selatan, Jepang, Amerika Perkumpulan, Spanyol, hingga Palestina dan Yaman.
Menurut dia, para peserta terbagi ke dalam beberapa kategori meliputi 122 peserta Biasa, 20 pembicara (speaker), 19 pengisi peluncuran Naskah, 63 pembaca puisi, serta 35 pelaku pertunjukan seni.
Kegiatan lainnya berpusat di kawasan Pasa Ateh dan pelataran Jam Gadang berupa pameran Naskah, bazar UMKM, dan aksi melukis langsung (live painting).
Seminar Esensial diadakan di Balairung dengan Konsentrasi pembahasan mengenai sejarah dan eksistensi Jam Gadang dari berbagai perspektif.
Pada siang harinya, para delegasi akan melakukan aksi penanaman 100 pohon secara simbolis, dilanjutkan dengan pembacaan puisi bertema alam dan kunjungan wisata ke destinasi Tabiang Barasok.
“Malam harinya, penonton akan dihibur dengan Festival Randai dan pertunjukan seni tradisional di area Jam Gadang. Selanjutnya pembukaan kaligrafi melukis sepanjang 100 meter, peluncuran 100 judul Naskah, serta Seminar Kebudayaan,” katanya.
Selain itu, dilaksanakan juga Percakapan pariwisata dan ekonomi kreatif Kepada memajukan sektor wisata Sumatera Barat.
Para delegasi juga akan mengikuti program IMLF Goes to School dan Wisata Edukasi Terintegrasi (WIDURI) dengan mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta.
Lampau jalanan kota akan dipenuhi keindahan budaya lokal melalui parade 1.000 Perempuan berpakaian adat Minangkabau dan parade 100 penyair dunia membaca puisi (World Poetry Reading).
Sebelum kembali ke negara masing-masing, kegiatan ditutup dengan kegiatan olahraga rakyat IMLF Jam Gadang Fun Run yang ditargetkan menarik 1.500 hingga 2.000 pelari, serta lomba mewarnai bagi anak-anak di Sekeliling Jam Gadang.
“Akibat dan persiapan teknis Melalui Taksiran kunjungan mencapai 500 hingga 1.000 penonton per hari, perhelatan IMLF-4 diharapkan Pandai menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal, khususnya bagi ratusan pengusaha UMKM,” katanya.
Pemerintah Kota Bukittinggi Berbarengan panitia penyelenggara Maju mematangkan koordinasi guna memastikan seluruh aspek teknis, mulai dari infrastruktur Pentas Esensial, sistem pencahayaan (lighting), hingga manajemen keamanan dapat berjalan dengan optimal dan memberikan impresi terbaik bagi mata dunia.
“Perhelatan ini diharapkan Tak hanya menjadi selebrasi satu abad Jam Gadang, melainkan menjadi tonggak warisan literasi (legacy) yang berkelanjutan bagi Sumatra Barat dan dunia Global. Tujuan utamanya adalah agar Bukittinggi segera dijadikan sebagai daerah Tertentu di Indonesia,” katanya menjelaskan.
