Industri padat karya tersebut, di antaranya Terdapat industri alas kaki, Pakaian, tekstil, hingga garmen yang kami nilai Bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar
Sakral (ANTARA) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan sektor investasi terutama industri padat karya Lagi menjadi penopang Istimewa pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah, karena penyerapan tenaga kerjanya mencapai 410.000-an pekerja di sektor padat karya.
“Industri padat karya tersebut, di antaranya Terdapat industri alas kaki, Pakaian, tekstil, hingga garmen yang kami nilai Bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” ujarnya ditemui usai menghadiri “Rembug Pembangun Provinsi Jateng tahun 2026” Demi Daerah eks-Keresidenan Pati di Pendopo Kabupaten Sakral, Selasa.
Selain industri padat karya, lanjut dia, sejumlah daerah juga mulai mengembangkan kawasan industri baru yang mengarah pada investasi padat modal guna menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Ia mengungkapkan kabupaten/kota yang telah menyiapkan kawasan industri baru di antaranya Banyumas, Pati, Rembang, Sragen, dan Demak.
“Kabupaten/kota sudah menyiapkan kawasan industri baru Demi menumbuhkan ekonomi baru di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Terkait sumber investasi, Ahmad Luthfi menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Ia juga memastikan kebijakan efisiensi di sejumlah industri Tak berdampak signifikan terhadap kondisi ekonomi di Jawa Tengah yang dinilai Lagi Kukuh dan landai.
Ia menyebutkan rembuk Daerah eks-keresidenan ini menjadi sarana Demi memperkuat sinkronisasi program pembangunan daerah sekaligus melengkapi usulan yang belum terwadahi dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat provinsi.
“Jadi rembuk provinsi ini kita gunakan Demi mereduksi bahwa kemarin sudah dilakukan musrenbang, tetapi lebih menjelaskan Kembali bahwa rembug ini kita lakukan per eks-Keresidenan Pati,” ujarnya.
Menurut dia melalui rembug Daerah tersebut berbagai kebutuhan daerah yang belum masuk dalam pembahasan sebelumnya kini dapat diakomodasi, termasuk program prioritas tahun 2027.
Ia menjelaskan selain Konsentrasi pada swasembada pangan, Pemprov Jateng juga akan memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Tahun 2027 nanti Tak hanya terkait swasembada pangan, tetapi juga pariwisata dan ekonomi kreatif yang kita lakukan,” ujarnya.
Gubernur menargetkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dapat Lalu meningkat mengikuti arahan pemerintah pusat yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional di atas delapan persen.
“Sasaran kita sesuai arahan pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi harus di atas delapan persen. Kita sekarang sudah 5,89 persen, kalau Bisa kita tingkatkan lebih Berkualitas Kembali di tingkat Daerah kita,” ujarnya.
