Jakarta — Kementerian Religi (Kemenag) akan melakukan pemetaan potensi masjid. Direktur Urusan Religi Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Religi (Kemenag) Adib mengatakan pemetaan potensi masjid ini bertujuan memperkuat peran masjid.
“Kita akan melakukan pemetaan masjid salah satunya terkait potensi pemberdayaan ekonomi umat. Jadi kita Ingin memetakan masjid-masjid yang berpotensi Dapat memberdayakan ekonomi umat. Kita nantinya akan menggandeng Baznas, BWI, hingga CSR perusahaan BUMN,” kata Adib melalui pesan tertulis, Selasa (15/3/2022).
Adib menjelaskan pemetaan potensi masjid dilakukan sebagai upaya memperkuat ekonomi keumatan melalui peran masjid. Apalagi, menteri Religi mencanangkan masjid menjadi pusat peradaban Islam.
“Pak menteri Religi punya gagasan besar Yakni menjadikan masjid sebagai pusat peradaban Islam di Indonesia. Jadi roadmap penguatan peran masjid yang disusun itu orientasinya mendukung gagasan pak menteri tadi,” ujarnya.
Adib mengatakan, selama ini masjid dikategorikan dalam beberapa hal seperti masjid nasional, masjid raya, masjid Akbar, masjid jami, masjid bersejarah, hingga masjid di tempat publik. Dari data Sistem Informasi Masjid (Simas), masjid di Indonesia jumlahnya Eksis 288.653 unit, di sana Eksis potensi Demi menguatkan ekonomi umat.
“Kita ke masjid Enggak hanya Demi sholat berjamaah, tetapi juga bagaimana kita berkontribusi menangani persoalan-persoalan keumatan. Sudah Enggak asing Tengah misalnya ketika terjadi bencana, masjid menjadi tempat kumpul, bahkan menjadi pusat informasi, dan lain sebagainya,” Jernih Adib.
