Sidoarjo (Liputanindo.id) – Di tengah kesibukan sebagai pimpinan daerah, Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana Pandai menuntaskan kuliah di FISIP Universitas Dr. Soetomo lewat program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program ini mengakui pengalaman kerja Demi dikonversi jadi SKS, sehingga kuliah Pandai selesai Sekeliling 2 tahun tanpa mengganggu tugas kedinasan. Yudisium dipimpin langsung Rektor Unitomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H, rektor Perempuan pertama Unitomo yang menjabat sejak 2021.
Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana Formal menyandang gelar Sarjana Administrasi Publik (S.A.P) usai mengikuti Yudisium Unitomo, Kamis (23/4/2026).
“Alhamdulillah, ini bukan sekadar gelar. Tapi ikhtiar Demi Lalu belajar. Saya Ingin kasih Misalnya, pendidikan Pandai ditempuh Ketika saja, tanpa batas usia dan profesi,” kata Mimik usai yudisium, didampingi suami Rahmat Muhajirin, S.H., M.H.
Demi tugas akhir, Wabup Hj. Mimik menulis artikel ilmiah berjudul “Penemuan Layanan Kependudukan DUTA HATIKU (Dukcapil Tanggap Bencana Asa Timbul Kembali Utuh) Dispendukcapil Sidoarjo”. Artikel itu terbit di Jurnal RISOMA Vol. 4 No. 1, Januari 2026.
Ia menegaskan ilmu yang didapat akan dipakai memperkuat pelayanan publik di Sidoarjo. “Biar semakin profesional, responsif, dan berdampak langsung ke masyarakat,” tegasnya.
RPL: Kuliah Luwes Tanpa Turunkan Mutu
Program RPL jadi solusi bagi ASN dan profesional yang mau kuliah tanpa tinggalkan kerja. Pengalaman kerja diakui, beban kuliah berkurang, tapi mutu tetap dijaga sesuai standar PT. Banyak lulusan RPL bahkan lulus cumlaude.
Yudisium Unitomo kali ini mengusung tema “Ditempa oleh Proses, Dikuatkan oleh Tantangan, Siap Menaklukkan Masa Depan”. Suasana haru dan bangga mewarnai sesi foto Berbarengan civitas akademika dan lulusan. (isa/but)
