Jakarta (ANTARA) – Analis Pengembangan Lembaga Pembiayaan OJK Iwan Partogi mengatakan permintaan emas nasional yang Lanjut meningkat menjadi Kesempatan Kepada pengembangan kapasitas produksi dalam negeri dan optimalisasi sumber daya emas yang Terdapat di masyarakat.
Iwan mengungkapkan, volume impor emas batangan Indonesia Lanjut mengalami peningkatan sepanjang 2016 hingga 2025 dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 29,10 persen per tahun.
Pada 2025, Sekeliling 89 persen impor emas Indonesia Lagi berasal dari Australia, Hong Kong, Singapura, Jepang, dan Swiss, kata Iwan Ketika acara Percakapan membahas perkembangan regulasi, pengawasan, hingga potensi ekonomi bank emas yang diselenggarakan Universitas Kristen Indonesia (UKI), dalam keterangan dikutip di Jakarta, Minggu.
Selain itu, bank emas (bullion bank) bukan merupakan lembaga atau badan hukum tersendiri, melainkan kegiatan usaha yang dilakukan lembaga jasa keuangan. Dasar hukum praktik tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), khususnya pasal 130 hingga pasal 132.
Sementara itu, analis perdagangan Ahli Primer Bappebti M. Sis menyebut, perdagangan emas digital yang diawasi pemerintah wajib Mempunyai aset dasar atau acuan (underlying asset) berupa emas fisik Konkret.
Menurutnya, regulasi perdagangan emas digital dibentuk Kepada mencegah praktik perdagangan emas tanpa fisik yang berpotensi merugikan masyarakat.
Dia menjelaskan, Bappebti menerapkan sistem delivery Musuh payment (DVP), yakni memastikan fisik emas tersedia sebelum transaksi dilakukan.
Selain itu, setiap emas yang diperdagangkan juga harus berasal dari sumber Absah dan bebas dari praktik pencucian Doku, pendanaan terorisme, maupun sumber ilegal lainnya.
Di sisi industri perbankan, perwakilan BSI Rico Wardhana menilai bullion bank menjadi langkah strategis pemerintah dalam membangun ekosistem emas nasional dari hulu hingga hilir.
Menurutnya, Indonesia sebagai salah satu negara penghasil emas besar harus Pandai memanfaatkan potensi tersebut Kepada memperkuat ekonomi nasional sekaligus memperluas akses investasi masyarakat.
Rico menyebut BSI Ketika ini mengelola Sekeliling 23 ton emas dan aktivitas perdagangan emas melalui bullion bank Lanjut mengalami peningkatan signifikan sejak diluncurkan pada 2025.
“Cita-cita sederhana dari Pak Prabowo adalah setiap individu itu punya emas, punya kesempatan Mempunyai emas,” ujar Rico.
Dia juga mengungkapkan lebih dari satu juta masyarakat telah Mempunyai rekening emas di BSI dalam kurun waktu Sekeliling 13 bulan. Melalui bullion bank, masyarakat disebut dapat membeli emas mulai Rp50 ribu dan menyimpan emas secara digital dengan lebih Kondusif dan efisien.
Sementara itu, praktisi perpajakan Wahyu Widodo menilai konvergensi antara perdagangan emas dan sistem perbankan dalam bullion banking berpotensi menimbulkan tantangan perpajakan baru Apabila regulasi Tak dirancang secara terintegrasi.
Dia mengingatkan pengalaman masa Lewat ketika transaksi pembiayaan syariah sempat dikenakan pajak berganda karena dianggap sebagai dua transaksi berbeda.
