Presiden Amerika Perkumpulan, Donald Trump, mengklaim telah membatalkan serangan baru terhadap Iran pada Selasa (19/05) atas permintaan negara‑negara Teluk karena “negosiasi serius kini sedang berlangsung”.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, ia mengatakan telah dibujuk oleh para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab agar Enggak melancarkan serangan baru ke Iran.
Menurut Trump, dirinya telah diberi Mengerti bahwa sebuah kesepakatan yang “sangat dapat diterima” oleh AS akan tercapai. Dia menambahkan bahwa “Enggak Terdapat SENJATA NUKLIR Buat IRAN!”
Tetapi dia memperingatkan AS akan siap “melanjutkan dengan serangan penuh berskala besar terhadap Iran, dalam sekejap” Kalau Enggak Terdapat kesepakatan yang dapat diterima.
Seorang komandan militer senior Iran memperingatkan agar AS Enggak melakukan “kesalahan strategis dan salah perhitungan Kembali”.
Pengumuman terbaru Trump mengenai Iran muncul ketika Telaah pendapat menunjukkan tingkat popularitasnya menurun dan perang melawan Iran makin Enggak mendapat sokongan di dalam negeri.
Apa hasil Telaah pendapat terbaru?
Sekeliling 64% responden meyakini keputusan berperang melawan Iran adalah keputusan yang salah, menurut Telaah pendapat New York Times/Siena yang dipublikasikan pada Senin (18/05).
Survei tersebut juga menemukan bahwa hanya 37% responden yang menyetujui kinerja Trump sebagai presiden.
Hasil Telaah pendapat ini menyoroti tantangan yang dihadapi Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu, di tengah meningkatnya ketidaksetujuan publik terhadap perang serta penanganan Trump terhadap masalah ekonomi dan imigrasi.
Laskar Israel dan AS memulai serangan udara besar‑besaran terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan drone dan rudal ke Israel dan Sasaran AS di negara‑negara Teluk.
Mengapa negara-negara Teluk membujuk Trump?
Elemen Primer yang berperan adalah kekhawatiran negara‑negara Arab di kawasan Teluk tentang potensi serangan balasan Iran Kalau AS kembali melancarkan gempuran.
Iran diketahui Tetap Mempunyai banyak drone dan rudal yang dapat digunakan Buat melanjutkan serangan terhadap negara‑negara tetangga, bandara mereka, fasilitas petrokimia, dan bahkan instalasi desalinasi yang menyediakan air minum Ketika suhu musim panas di kawasan Teluk meningkat.
Iran juga Maju menguasai Selat Hormuz, yang dilalui Sekeliling 20% minyak dan gas alam Likuid dunia.
Blokade Selat Hormuz, yang menurut Iran sebagai pembalasan atas serangan AS dan Israel, telah mendorong lonjakan harga minyak dunia.
Di pihak lain, AS telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran Buat memberikan tekanan kepada Teheran agar menyetujui persyaratannya.
Bagaimana reaksi Iran?
Kantor Informasi Tasnim di Iran mempublikasikan komentar Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, yang memperingatkan bahwa front baru akan dibuka di tempat yang Enggak dikuasai musuh dan sangat rentan.
Tasnim tampaknya memuat ulang kutipan Khamenei dari 12 Maret. Beberapa media Iran diketahui kembali mempublikasikan pesan tertulisnya.
Pada Senin (18/05), pemerintah Iran mengatakan telah menanggapi proposal terbaru AS dan bahwa pembicaraan dengan Washington Maju berlanjut melalui Pakistan sebagai Penyambung.
Media Iran sebelumnya melaporkan bahwa AS gagal memberikan konsesi konkret kepada Teheran.
Esmail Baghaei, juru bicara kementerian luar negeri Iran, menegaskan bahwa tuntutan pemerintah Iran “bertanggung jawab” dan “dermawan”.
Menurut kantor Informasi Tasnim, tuntutan Iran mencakup penghentian perang di Sekalian front—merujuk pada serangan Israel yang Maju berlanjut terhadap Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon—penghentian blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran, dan jaminan Enggak Terdapat serangan lebih lanjut terhadap Iran.
Terdapat pula tuntutan kompensasi atas kerusakan akibat perang dan penegasan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
Kantor Informasi Fars di Iran melaporkan bahwa Washington telah menetapkan lima syarat sebagai tanggapan terhadap proposal Teheran.
Syarat tersebut dilaporkan mencakup tuntutan agar Iran hanya mempertahankan satu fasilitas nuklir yang beroperasi dan memindahkan stok uranium yang diperkaya tinggi ke AS.
Pada Jumat (15/05), Trump mengisyaratkan akan menerima penangguhan program nuklir Iran selama 20 tahun—yang merupakan titik perselisihan Primer antara kedua negara.
AS dan sekutu‑sekutu Eropanya mengklaim Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir dengan memperkaya uranium.
Teheran berulang kali mengatakan program nuklirnya semata‑mata Buat tujuan damai.
