FPCI Gelar ASEAN for the Peoples Week, Paralel dengan KTT ke-48 di Filipina

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal. Foto: Liputanindo.id/Muhammad Reyhansyah


Jakarta: Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menjadi satu-satunya organisasi yang menyelenggarakan Perhimpunan masyarakat sipil secara paralel dengan KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, melalui program ASEAN for the Peoples Week 2026.

Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal mengatakan, inisiatif tersebut merupakan upaya Kepada menghidupkan konsep people-centered ASEAN yang selama ini dinilai belum berjalan optimal di tingkat masyarakat.

“ASEAN itu Bukan hanya kerja sama antar elit, antar pemerintah, tapi juga harus dijiwai oleh masyarakatnya. ASEAN harus terasa dimiliki oleh rakyat ASEAN,” ujar Dino Demi ditemui awak media usai Percakapan publik Berbarengan Menteri Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Kamis, 23 April 2026

Menurut Dino, meskipun konsep tersebut telah menjadi doktrin Formal ASEAN sejak Sekeliling 2015, keterhubungan antar masyarakat di kawasan Tetap terbatas.

“Realitanya masyarakat ASEAN belum banyak terkoneksi, belum saling mengenal, belum banyak bekerja sama. Karena itu FPCI mengambil inisiatif ini,” kata Dino.

Melalui ASEAN for the Peoples Week, FPCI menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan masyarakat sipil, akademisi, dan pemangku kebijakan dari berbagai negara Asia Tenggara Kepada mendorong pendekatan bottom-up dalam pembangunan komunitas ASEAN.

“Kalau konsep people-centered ASEAN Bukan diisi oleh kegiatan masyarakat, maka akan lemah. Harus Terdapat inisiatif dari Rendah ke atas,” Jernih Dino.

Dino menjelaskan, Perhimpunan tersebut pertama kali digelar tahun Lewat dan berhasil menghimpun ribuan peserta. Tahun ini, kegiatan kembali digelar di Cebu, beriringan dengan Penyelenggaraan KTT ASEAN.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Perhimpunan paralel ini menjadi Krusial Kepada melengkapi diplomasi formal antar pemerintah yang selama ini cenderung bersifat top-down.

“Kami Ingin menjadikan ini sebagai agenda tahunan. Di mana Terdapat KTT ASEAN, di situ juga Terdapat ASEAN for the Peoples Week,” kata Dino.

Menurut Dino, inisiatif ini Tetap bersifat eksperimental, Tetapi dinilai Mempunyai momentum yang kuat dalam mendorong keterlibatan publik dalam proses regional.

“Ini Tetap eksperimen, tapi momentumnya bagus. Mudah-mudahan hasilnya juga positif bagi penguatan komunitas ASEAN ke depan,” pungkas Dino.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *