Taj Yasin Tinjau Atap MTs Muhammadiyah 4 Bulu Sragen yang Ambruk

Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Sragen mendapat perhatian serius setelah insiden ambruknya atap ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Bulu pada Selasa (12/5/2026).

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung Letak kejadian Buat Menonton Pengaruh kerusakan pada Kamis (14/5/2026) siang, seperti dilansir dari Detikcom.

Di Letak sekolah, material sisa reruntuhan berupa pecahan genteng, rangka kayu yang lapuk, hingga kaca jendela yang pecah Lagi terlihat berserakan di area Alas kelas.

Garis polisi terpasang di tiga ruang kelas yang terdampak demi keamanan, mengingat struktur bangunan yang Lagi rawan setelah peristiwa yang terjadi Begitu jam pelajaran tersebut.

Taj Yasin melakukan penilaian terhadap kebutuhan mendesak sekolah agar proses transformasi ilmu bagi para siswa Tak Mandek dalam waktu yang Lamban.

“Hari ini saya assessment (nilai) apa saja yang dibutuhkan. Tadi salah satunya meja Buat belajar. Insyaallah dari Dinas Pendidikan tinggal menyelesaikan administrasi, Lewat langsung kita kirim. Pembelajaran kan Tak boleh berhenti,” kata Taj Yasin.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan perbaikan atap segera dimulai guna memulihkan aktivitas akademik agar kembali berjalan normal seperti sediakala.

Meskipun kerusakan Primer terjadi pada satu ruangan, pemerintah memutuskan Buat merenovasi tiga kelas sekaligus yang berada dalam satu rangkaian bangunan tersebut.

“Yang ambruk memang satu, tetapi tiga kelas ini harus kita perbaiki semuanya. Kami siap membantu. Dari Dinas Pendidikan sudah kami siapkan Rp 50 juta, nanti kebutuhannya tinggal dikoordinasikan saja. Tak usah berbelit-belit,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, penyebab Primer kerusakan diduga kuat karena kondisi kayu penyangga yang sudah mengalami pelapukan akibat usia dan serangan hama rayap.

Wagub Taj Yasin menekankan pentingnya pengawasan rutin dari pihak pengelola sekolah terhadap kondisi fisik bangunan Buat mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Tadi kita lihat Rupanya banyak kayu yang sudah kena rayap. Ini memang perlu perhatian serius. Yang paling Primer sebenarnya controlling (pengendalian) dari pihak sekolah, supaya kejadian serupa Tak terulang,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyatakan telah mengambil langkah Segera Buat menangani Pengaruh insiden bagi para korban luka.

“Biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Sragen,” kata Sigit.

Pemerintah Kabupaten Sragen kini menjalin koordinasi intensif dengan Organisasi Muhammadiyah, Kementerian Religi, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Buat percepatan pembangunan.

“Tadi kami sudah berdiskusi dengan Pak Wagub mengenai pembagian Bagian Sokongan supaya pembangunan Dapat segera dilakukan dan ruang kelas Segera dipakai kembali,” ungkapnya.

Selain perbaikan struktural, Pemkab Sragen berkomitmen menyediakan kebutuhan mebel dan alat peraga pendidikan yang mengalami kerusakan tertimpa material bangunan.

Sigit mengakui bahwa kasus ini menjadi momentum Pengkajian besar karena Lagi banyak bangunan sekolah di berbagai Area yang memerlukan prioritas penanganan.

“Kalau dilihat secara Lumrah, sekolah rusak dan Tak layak itu sebenarnya cukup banyak di berbagai tempat. Ini akan menjadi Pengkajian Buat diprioritaskan penanganannya,” katanya.

Hasil pemeriksaan tim teknis menunjukkan bahwa meski dinding bangunan tampak kokoh, bagian atap memang sudah kehilangan kelaikan fungsinya karena Elemen usia bangunan.

“Jadi yang harus dicek itu kondisi existing bangunannya, sejauh mana Lagi layak atau Tak. Dari sisi dinding sebenarnya Lagi bagus, hanya struktur atapnya yang sudah Tak layak,” pungkas Sigit.

Peristiwa yang terjadi pukul 07.30 WIB tersebut menyebabkan tujuh siswa dan satu guru terluka, sehingga kegiatan belajar Buat sementara dialihkan ke tempat ibadah terdekat.