Surabaya (Liputanindo.id) – Bandara Doho Kediri diproyeksikan menjadi titik keberangkatan haji baru Demi memecah kepadatan operasional di Bandara Juanda mulai tahun depan.
Penasihat Spesifik Presiden Bidang Urusan Haji Muhadjir Effendy merekomendasikan penambahan Posisi itu. Hal ini didasari kondisi infrastruktur bandara yang Cakap Demi operasional penerbangan Global.
“Doho itu dalam banyak hal sangat representatif Demi menjadi salah satu embarkasi,” kata Muhadjir Demi dijumpai di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis (30/4/2026).
Landas pacu di Kediri ini disebut sangat memadai bagi pesawat berbadan lebar. Posisi ini juga dinilai Pandai meminimalkan kemacetan arus jemaah di Area Jawa Timur. “Runway-nya panjang, sehingga Demi pesawat-pesawat berbadan lebar Pandai landing dan take off di tempat itu,” tuturnya.
Pemerintah menargetkan operasional embarkasi baru ini dimulai tahun depan. Demi ini pengkajian regulasi Lalu dilakukan karena status bandara merupakan aset Punya swasta. “Kita upayakan tahun depan Pandai, tapi sekarang Tetap dalam pengkajian karena itu kan Punya swasta,” lanjutnya.
Rencana ini diharapkan Membangun distribusi keberangkatan jemaah lebih merata. Selain Penduduk lokal, jemaah dari luar provinsi juga berpeluang menggunakan fasilitas di Kediri. “Jawa Timur saya kira Pandai dipecah ke dua Posisi, Juanda dan Doho,” pungkasnya. [ipl/kun]
