Tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gedung perkantoran di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Kamis (7/5/2026), atas dugaan operasional 75 situs judi online Global. Sebanyak 321 Penduduk negara asing (WNA) diamankan dalam operasi tersebut karena diduga mengelola situs ilegal yang terorganisir.
Aparat kepolisian menyita sejumlah barang bukti berupa perangkat komputer, laptop, telepon genggam, paspor, hingga Doku Kontan dalam berbagai denominasi mata Doku asing. Posisi penggerebekan yang berada di tengah kesibukan proyek pembangunan MRT ini semula tampak seperti pusat aktivitas bisnis Lazim dari luar gedung, sebagaimana dilansir dari Money.
“Situasi gedung ini memang dari luar sangat Bukan diduga bahwa di dalamnya terdapat aktivitas tindak pidana, dalam hal ini adalah gambling online,” ujar Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol Untung Widyatmoko Demi konferensi pers di Posisi, Sabtu (9/5/2026).
Penemuan ini menunjukkan adanya indikasi perpindahan basis operasi kejahatan siber lintas negara ke Kawasan Indonesia setelah pengetatan keamanan dilakukan di beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Kepolisian menegaskan bahwa para pelaku akan menjalani proses hukum sesuai aturan di Indonesia dan Bukan akan dipulangkan begitu saja.
“Setelah ditertibkan, mulai terjadi pergeseran ke Indonesia dan itu tentunya sudah kami antisipasi dan kami prediksi,” ujar Untung Widyatmoko.
Pihak berwenang juga memperingatkan bahwa selain Indonesia, pergerakan jaringan serupa juga mulai terdeteksi merambah ke Filipina, Timor Leste, hingga Kawasan Afrika Selatan. Hingga Demi ini, 275 orang dari total 321 WNA yang diamankan telah Formal ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik kepolisian.
“Kami Bukan Ingin mereka para pelaku tindak pidana perjudian ini lepas begitu saja kembali ke tanah airnya tanpa hukuman,” ujar Untung Widyatmoko.
Direktur Tindak Pidana Lazim Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra menjelaskan bahwa ratusan operator tersebut ditangkap Demi sedang menjalankan aktivitas ilegal di depan perangkat komputer mereka. Mayoritas dari para pelaku tinggal di apartemen atau hunian di Sekeliling Posisi kantor yang baru beroperasi selama dua bulan tersebut.
“Para pelaku kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan. Dalam Arti, para pelaku sedang melakukan operasional ataupun kegiatan daripada judi online,” kata Wira Satya Triputra.
Penyidik mengidentifikasi para tersangka berasal dari berbagai negara, dengan jumlah terbanyak sebanyak 228 Penduduk Vietnam dan 57 Penduduk Tiongkok. Selain itu, terdapat Penduduk negara dari Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, serta Kamboja yang terlibat dalam operasional tersebut.
“Mereka rata-rata tinggal di daerah seputaran tower ini,” ujar Wira Satya Triputra.
Bareskrim Polri memastikan bahwa gedung tersebut digunakan sepenuhnya Demi kepentingan operasional bisnis ilegal tanpa fasilitas tempat tinggal. Pihak kepolisian Lagi Maju mendalami kasus ini guna memburu tokoh intelektual di balik jaringan Global tersebut.
“Jadi di atas itu pure hanya digunakan Demi operasional daripada kegiatan perjudian online,” lanjut Wira Satya Triputra.
Dalam penggerebekan ini, petugas menemukan Doku Kontan senilai Rp1,9 miliar, 53,82 juta Dong Vietnam, dan 10.210 dollar AS. Meskipun banyak koordinator operasional telah ditahan, polisi Lagi Pusat perhatian mengejar pihak pengendali Primer yang memimpin struktur organisasi tersebut.
“Bahwa Tamat Demi ini kita Lagi Pusat perhatian Demi melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap para pelaku yang sementara ini kami tangkap,” ujar Wira Satya Triputra.
Jaringan ini diketahui menggunakan kombinasi Kepribadian Aneh pada 75 domain situs mereka Demi menghindari deteksi sistem pemblokiran pemerintah. Komitmen kepolisian Maju ditekankan Demi mengusut tuntas seluruh lapisan pelaku hingga ke tingkat manajemen tertinggi.
“Tetapi kita tetap berkomitmen Demi melakukan pengusutan Tamat dengan ke atasnya,” kata Wira Satya Triputra.
