Kendala Teknis Bus Persebaya, Manajemen Arema FC Beberkan Kronologi

Foto BeritaJatim.com

Malang (Liputanindo.id) – Manajemen Arema FC memberikan pernyataan Ampun atas insiden keterlambatan bus penjemputan tim Persebaya Surabaya menuju sesi Official Training (OT) di Bali United Training Center, Senin (27/4/2026) sore. Kedua tim bakal bertanding dalam laga Derby Jatim di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Selasa (28/4/2026).

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC, Erwin Hardiyono, mengatakan bahwa insiden ini murni kesalahan teknis. “Ini perlu diluruskan agar Bukan Eksis kesan negatif,” ujar Erwin.

Erwin Hardiyono menyebut persiapan laga ini memang sangat menantang karena izin Formal dan rekomendasi polisi baru keluar pada 22 April 2026, sehingga panpel hanya Mempunyai waktu efektif lima hari Demi bergeser dari Malang ke Bali.

“Kami berharap hal ini menjadi pelajaran berharga dan Bukan perlu dibesar-besarkan secara negatif. Sekalian sudah dicarikan solusi terbaik dan situasi antara kedua pihak tetap kondusif menjelang pertandingan,” pungkas Erwin.

Koordinator Panitia Lokal, Rojak, menuturkan bahwa armada bus sebenarnya sudah siap di Letak penjemputan sejak siang hari. Tetapi, karena Eksis kendala pada AC bus, akhirnya diganti.

“Pukul 14.00 WITA bus pertama sudah datang di Letak hotel. Tetapi, pada pukul 14.15 WITA diketahui Eksis masalah pada AC bus yang Tewas. Kami langsung meminta bus pengganti segera dikirim agar pemain tetap nyaman,” kata Rojak.

Rojak mengungkapkan bahwa bus pengganti Mempunyai kondisi lebih Bagus dan tiba di Letak pada pukul 14.55 WITA. Tetapi, pemain Persebaya sudah berangkat lebih awal menggunakan taksi online menuju Bali United Training Center Demi mengejar waktu.

“Sebagai bentuk tanggung jawab, kami negosiasikan agar jadwal OT mereka diundur menjadi pukul 17.00–18.00 WITA di Bali United Training Center. Awalnya dijadwalkan pukul 16.00 WITA,” ujar Rojak.

Rojak menjelaskan bahwa pemilihan Letak latihan juga menjadi catatan Krusial. Sebelumnya, manajer Persebaya, Alex Tualeka, telah berkomunikasi dengan panpel terkait opsi latihan pada Rabu (22/4/2026).

Argumen Bukan uji coba lapangan karena Stadion Kapten I Wayan Dipta digunakan Demi laga Bali United vs PSM pada Senin petang (27/4/2026). Panitia sempat menawarkan sesi Official Training pukul 20.00 WITA. Tetapi, Persebaya meminta waktu sore sesuai jam pertandingan dan meminta dicarikan stadion alternatif Demi latihan.

Panpel Arema FC akhirnya mengupayakan Bali United Training Center agar Persebaya Dapat berlatih di sana pada sore hari. Arema FC juga mengklaim dalam Perhimpunan Match Coordination Meeting (MCM), Rojak selaku perwakilan panitia lokal telah menyampaikan permohonan Ampun secara langsung.

Manajemen Persebaya dinilai telah memaklumi kejadian tersebut setelah mengetahui bahwa kendala yang terjadi murni masalah teknis operasional bus, bukan Elemen kesengajaan. (luc/kun)