Presiden Amerika Perkumpulan, Donald Trump, mengumumkan bahwa gencatan senjata Israel–Lebanon telah diperpanjang selama tiga minggu.
Pengumuman itu dikemukakan menyusul pertemuan di Gedung Putih yang dihadiri Wakil Presiden AS, JD Vance; Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio; Duta Besar Lebanon Demi AS, Nada Hamadeh Moawad; Duta Besar Israel Demi AS; Yechiel Leiter; Duta Besar AS Demi Lebanon; Michel Issa; serta Duta Besar AS Demi Israel, Mike Huckabee.
Trump mengatakan bahwa pertemuan tersebut berjalan “sangat Berkualitas”.
“Amerika Perkumpulan akan bekerja sama dengan Lebanon Demi membantu negara itu melindungi dirinya dari Hizbullah,” sebut Trump.
Trump mengatakan bahwa merupakan suatu “kehormatan besar” Demi menjadi bagian dari “pertemuan yang sangat bersejarah” ini.
Perundingan antara Israel dan Lebanon, yang dimulai dengan putaran pertama awal bulan ini di Gedung Putih, merupakan pembicaraan langsung pertama antara kedua negara sejak 1993.
Trump mengatakan bahwa Presiden Lebanon, Joseph Aoun, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akan datang ke Gedung Putih dalam beberapa minggu ke depan guna mendiskusikan seiring kesepakatan perdamaian yang Bisa bertahan Lamban.
“Mereka juga harus memikirkan Hizbullah,” kata Trump.
“Kami akan bekerja sama dengan Lebanon Demi membereskan masalah-masalah di negara itu,” ujarnya.
“Saya pikir akan menjadi sesuatu yang luar Normal Kalau hal ini Bisa diselesaikan secara bersamaan dengan apa yang sedang kami lakukan terkait Iran,” lanjut Trump.
Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada 17 April 2026 hingga 10 hari ke depan.
Trump mendesak Hizbullah Demi mematuhi gencatan senjata. “Saya berharap Hizbullah bertindak dengan Berkualitas dan Betul selama periode waktu yang Krusial ini.”
Berikut ini apa yang sudah kami ketahui tentang gencatan senjata tersebut.
Apa isi perjanjian Lebanon-Israel?
Kesepakatan antara Lebanon dan Israel menyebutkan bahwa gencatan senjata akan berlangsung selama 10 hari, dengan kemungkinan “diperpanjang berdasarkan kesepakatan Berbarengan” Kalau perundingan menunjukkan tanda-tanda kemajuan
- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan gencatan senjata tersebut akan menciptakan Kesempatan bagi “perjanjian damai bersejarah” dengan Lebanon.
- Israel mempertahankan “haknya Demi mengambil Sekalian langkah yang diperlukan dalam pembelaan diri, Ketika saja, terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau yang sedang berlangsung”.
- Hizbullah yang didukung Iran telah setuju Demi mematuhi gencatan senjata, Sembari menuntut agar gencatan senjata tersebut mencakup “penghentian serangan secara menyeluruh di seluruh Kawasan Lebanon” dan “Bukan Eksis kebebasan bergerak bagi Laskar Israel”.
- Netanyahu mengatakan Laskar Israel akan tetap berada di “Area keamanan” sedalam 10 km di Lebanon selatan—yang bertentangan dengan tuntutan Hizbullah agar Israel menarik diri.
- Kementerian Luar Negeri AS mengatakan bahwa berdasarkan ketentuan kesepakatan, pemerintah Lebanon harus “mengambil langkah-langkah yang bermakna” Demi mencegah Hizbullah menyerang Israel.
- Pernyataan itu menambahkan bahwa Laskar keamanan Lebanon Mempunyai “tanggung jawab Spesial” atas kedaulatan dan pertahanan nasional Lebanon.
- Israel dan Lebanon meminta agar AS Lanjut memfasilitasi pembicaraan langsung lebih lanjut dengan tujuan “menyelesaikan Sekalian isu yang tersisa”.
Ketika gencatan senjata mulai berlaku, Laskar Pertahanan Israel (IDF) mengeluarkan pernyataan yang mengatakan telah menyerang lebih dari 380 Sasaran Hizbullah di Lebanon selatan dalam 24 jam sebelumnya.
Sasaran yang disasar mencakup peluncur roket, markas, dan Member Hizbullah.
Apa yang dikatakan berbagai pihak?
Iran menyambut gencatan senjata di Lebanon seraya menyebutnya sebagai keberhasilan diplomatik sekaligus hasil dari “perlawanan” Hizbullah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, mengatakan Teheran Memperhatikan gencatan senjata itu sebagai bagian dari pemahaman yang lebih luas dengan Amerika Perkumpulan, yang dicapai melalui pembicaraan yang dimediasi Pakistan.
Dia menekankan bahwa Iran secara konsisten mendorong gencatan senjata regional yang lebih luas.
Para pejabat senior Iran juga menyoroti peran Hizbullah.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengatakan dalam unggahan berbahasa Arab di X bahwa kesepakatan itu “Bukan lain adalah hasil dari keteguhan Hizbullah dan persatuan Poros Perlawanan”—istilah yang digunakan Teheran Demi menyebut jaringan Golongan sekutu regionalnya.
Esmail Qaani, komandan Laskar Quds Garda Revolusi Iran yang beroperasi di luar negeri, menyebut Hizbullah sebagai “pemenang”.
Dia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut merupakan hasil dari ketangguhan perlawanan Lebanon dan dukungan Republik Islam Iran.
Media pemerintah Iran menggemakan pernyataan para pejabat senior dengan menyebut gencatan senjata Lebanon sebagai hasil dari “perlawanan” Hizbullah dan tekanan diplomatik Teheran.
Saluran Berita IRINN melaporkan bahwa perlawanan Iran dan Hizbullah “memaksa” AS dan Israel “Demi menerima gencatan senjata 10 hari di Lebanon”.
Para pemimpin Israel dan Lebanon sama-sama menyambut gencatan senjata.
Netanyahu menyebutnya sebagai “kesempatan Demi Membikin perjanjian damai bersejarah”.
Adapun Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengatakan dirinya berharap kesepakatan itu akan memungkinkan Kaum yang telah mengungsi akibat konflik Demi kembali ke rumah mereka.
Hizbullah juga memberi sinyal kesediaan Demi berpartisipasi dalam gencatan senjata, tetapi mengatakan gencatan itu harus mencakup “penghentian serangan secara menyeluruh” di seluruh Lebanon dan “Bukan Eksis kebebasan bergerak bagi Laskar Israel”.
Golongan yang didukung Iran ini bukan bagian dari aparat keamanan pemerintah Lebanon.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, memuji peran AS dalam memfasilitasi gencatan senjata. Dia mendesak Sekalian pihak Demi “sepenuhnya menghormati” dan “mematuhi hukum Dunia setiap Ketika”.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyebut kesepakatan itu sebagai sebuah “kelegaan”, seraya mengatakan Eropa akan Lanjut “menyerukan penghormatan penuh terhadap kedaulatan dan keutuhan Kawasan Lebanon”.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menambahkan bahwa gencatan senjata itu harus digunakan Demi “mundur dari kekerasan” dan menciptakan ruang bagi perundingan demi “perdamaian yang lebih berkelanjutan”.
Apa itu Area penyangga Israel?
Meskipun Eksis kesepakatan gencatan senjata, Netanyahu mengatakan Laskar Israel akan mempertahankan “Area keamanan” sedalam 10 km di Lebanon selatan.
“Kami Eksis di sana, dan kami Bukan akan pergi,”cetusnya.
Dia menambahkan bahwa Area penyangga itu perlu dipertahankan Demi “menghalangi bahaya invasi”.
Israel kembali memasuki Lebanon selatan, pada awal Maret. Israel menciptakan Area penyangga dengan klaim bahwa Area itu diperlukan Demi melindungi komunitas di Israel utara.
Sebelumnya, Israel pernah Membikin kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah yang mengakhiri 13 bulan konflik. Kendati demikian, serangan kedua pihak terjadi Dekat setiap hari.
Bagaimana kesepakatan ini dinegosiasikan?
Israel dan Lebanon menggelar pembicaraan langsung yang jarang terjadi di Washington awal pekan ini, yang bertujuan meredakan perang.
Sejak awal Maret, Israel menggelar serangan udara mematikan di sebagian ibu kota Lebanon, Beirut, serta di selatan negara itu.
Trump mengatakan kesepakatan gencatan senjata tercapai setelah “percakapan yang sangat Berkualitas” dengan Aoun dan Netanyahu. Tetapi, dia Bukan menyebutkan apakah Hizbullah terlibat langsung dalam pembicaraan tersebut. Ia kemudian mendesak Hizbullah Demi “bertindak dengan Berkualitas dan Betul selama periode waktu yang Krusial ini” di media sosial.
Netanyahu, meskipun menyambut gencatan senjata, juga menegaskan bahwa ia hanya memberikan sedikit konsesi di lapangan. Dia mengatakan Hizbullah telah berkeras pada dua syarat: penarikan Laskar Israel dari Lebanon serta prinsip “tenang dibalas tenang”.
Tetapi, tampaknya pengumuman gencatan senjata tersebut mengejutkan Israel.
Sebuah media Israel menggambarkan Netanyahu mengadakan rapat kabinet keamanan dengan pemberitahuan soal kesepakatan gencatan senjata hanya lima menit sebelum gencatan senjata diumumkan.
Bocoran dari pertemuan itu menyebutkan para menteri Bukan diberi kesempatan Demi memberikan pendapat mengenai gencatan senjata tersebut.
Apa kaitannya dengan perang di Iran?
Ketika gencatan senjata antara AS dan Iran diumumkan, pertanyaan mengemuka: apakah Lebanon terlibat?
Pejabat Pakistan, yang membantu menegosiasikan kesepakatan itu, dan pejabat Iran, mengatakan bahwa Lebanon terlibat. Tetapi, Israel mengatakan Bukan.
Juru bicara pers Presiden AS Donald Trump, Karoline Leavitt, kemudian juga mengatakan bahwa Lebanon bukan bagian dari kesepakatan tersebut.
Israel menggempur Lebanon pada 2 Maret sebagai respons atas serangan yang dilancarkan oleh Hizbullah akibat serangan AS dan Israel ke Iran.
Israel dan Hizbullah Lanjut saling berbalas serangan sejak Ketika itu, meskipun Perdana Menteri Lebanon memohon kepada kedua belah pihak Demi menghentikannya.
Lebih dari 2.100 orang telah tewas dan 7.000 lainnya luka-luka akibat serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret, menurut Kementerian Kesehatan negara itu. Jumlah tersebut mencakup sedikitnya 260 Perempuan dan 172 anak-anak.
Di lain pihak, serangan Hizbullah telah menewaskan dua Kaum sipil di Israel dalam periode yang sama, sementara 13 tentara Israel tewas dalam pertempuran di Lebanon, menurut otoritas Israel.
Pada Kamis (16/04), militer Israel menghancurkan jembatan terakhir yang menghubungkan Kawasan selatan dengan bagian lain negara itu sehingga kawasan tersebut terisolasi.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran Kaum Lebanon bahwa situasi itu dapat mengarah pada pendudukan jangka panjang di beberapa Kawasan.
