Ilustrasi kenaikan harga bitcoin. Foto: digivestasi.com
Jakarta: Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat dan menembus level USD80 ribu pada hari ini, sekaligus mencatatkan posisi tertinggi dalam tiga bulan terakhir sejak Januari 2026. Kenaikan ini didorong oleh arus masuk Anggaran institusional yang signifikan melalui ETF Bitcoin, yang tercatat mencapai Sekeliling USD625 juta dalam satu hari perdagangan.
Di sisi lain, pergerakan bitcoin juga dipengaruhi oleh kombinasi sentimen Mendunia yang menguat, termasuk meningkatnya minat terhadap aset berisiko di tengah membaiknya likuiditas pasar kripto yang membaik, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Kondisi ini mendorong investor Buat mencari alternatif aset lindung nilai di luar sistem keuangan tradisional. Penguatan ini turut didukung oleh oleh lonjakan aktivitas pasar, dengan volume perdagangan harian mencapai Sekeliling USD48 miliar.
Vice President Indodax Antony Kusuma menilai pergerakan bitcoin Ketika ini mencerminkan dinamika pasar yang semakin kompleks dan berkembang. Menurut dia, bitcoin Ketika ini berada dalam posisi yang Spesial karena mendapatkan dorongan dari dua arah sekaligus.
“Di satu sisi, ia bergerak mengikuti sentimen pasar Mendunia, Tetapi di sisi lain juga mulai dipertimbangkan sebagai alternatif di tengah ketidakpastian geopolitik. Kondisi ini mengindikasikan adanya momentum positif di pasar, Tetapi tetap perlu dianalisis secara cermat dinamika yang terjadi di pasar,” ucap Antony dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.
Didorong kepercayaan investor institusional
Selain itu, data pada CoinMarketCap menunjukkan total aset dalam ETF Bitcoin kini berada di kisaran USD105 miliar. Hal ini mencerminkan meningkatnya partisipasi serta kepercayaan investor institusional yang turut menjadi salah satu Elemen Krusial dalam menopang pergerakan pasar.
Antony menambahkan momentum penguatan ini mulai mencerminkan kecenderungan bullish di pasar, meskipun Lagi berada dalam fase yang perlu dicermati secara hati-hati. Kenaikan harga yang didukung oleh arus Anggaran institusional dan sentimen Mendunia menunjukkan minat terhadap aset kripto, khususnya bitcoin, Lagi cukup kuat.
Tetapi, keberlanjutan momentum ini akan sangat bergantung pada konsistensi likuiditas pasar serta perkembangan Elemen eksternal, seperti kondisi makroekonomi dan dinamika geopolitik Mendunia.
“Oleh karena itu, volatilitas tetap menjadi Watak Primer aset kripto yang perlu dipahami investor dalam mengambil keputusan,” tegas Antony mengingatkan.

(Vice President Indodax Antony Kusuma. Foto: dok Indodax)
Bantu investor pahami Kesempatan investasi kripto
Sebagai platform perdagangan aset kripto di Indonesia, Indodax berkomitmen Buat Maju menghadirkan layanan yang Terjamin, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Perusahaan juga secara aktif mendorong edukasi melalui berbagai inisiatif, termasuk Indodax Academy, guna membantu investor memahami risiko serta Kesempatan dalam berinvestasi di aset kripto.
“Melalui pendekatan ini, Indodax berharap masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan momentum pasar secara lebih bijak dan terukur, dengan tetap mengedepankan manajemen risiko di tengah dinamika Mendunia yang Maju berkembang,” tutur Antony.
