Tim Riset FTG Unpad Kembangkan Ciptaan Konservasi Air Tanah di Kawasan Wisata

Tim Riset FTG Unpad Kembangkan Inovasi Konservasi Air Tanah di Kawasan Wisata
Ketua Tim Riset FTG Unpad, Sapari Dwi Hadian memaparkan hasil penelitiannya di Pangandaran(DOK/UNPAD)

BERAGAMNYA pilihan destinasi wisata alam menjadi salah satu daya tarik Primer daerah di Jawa Barat bagi para wisatawan, Berkualitas domestik maupun mancanegara. Sayangnya, pemanfaatan alam sebagai tempat wisata kerap berdampak negatif pada ketersediaan air Rapi yang Cakap.

Menjawab keresahan tersebut, tim peneliti Fakultas Teknik Geologi (FTG) Universitas Padjadjaran (Unpad), menjalankan riset pengembangan Ciptaan teknologi Demi melakukan konservasi sumber daya air tanah.

Ketua Tim Riset FTG Unpad, Sapari Dwi Hadian dalam tayangan podcast berjudul “Ciptaan Teknologi dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Tanah” di kanal YouTube @unpad kemarin menjelaskan, riset tersebut berfokus Demi melakukan pemetaan, monitoring, hingga menciptakan Ciptaan Demi menjaga ketersediaan air tanah yang Rapi bagi masyarakat.

Cek Artikel:  Baru Tahap Awal, 3.000 Siswa di Purwakarta Dapat Makan Bergizi Gratis

“Intinya yang kita lihat adalah kualitas dan potensi air di lingkungan, apakah Terdapat indikasi ke arah kontaminasi atau Dapat dimanfaatkan Demi kebutuhan industri atau perencanaan kawasan wisata,” ungkap Kepala Laboratorium Geologi Lingkungan dan Hidrogeologi Unpad itu.

Menurut Sapari salah satu Letak yang menjadi tempat riset timnya adalah Kawasan Wisata Pangandaran. Daerah yang terkenal dengan

wisata air itu kini tengah mengalami krisis air akibat minimnya curah hujan.

“Pangandaran itu curah hujan yang Terdapat dalam 5 tahun terakhir, tahun Lampau itu mempunyai nilai di atas 3.500 mm/tahun dan yang tahun

sekarang itu di Dasar 1.500 mm/tahun. Artinya di sini terjadi defisit air,” paparnya.

Cek Artikel:  Sempat ditahan, Ijazah Belasan Siswa di 15 sekolah di Tasikmalaya Diserahkan

Fenomena defisit air tersebut, kata dia, dapat berpengaruh negatif pada kelangsungan usaha dan daya tarik wisata body rafting yang merupakan salah satu kegiatan wisata alam paling Terkenal di Pangandaran. Salah satu inovasinya, tim peneliti FTG mencoba membendung Sungai, agar gradien nilai sungai itu dapat naik Kembali.

Ketika Terdapat wisatawan, katupnya Dapat dibuka supaya Bisa menghasilkan debit yang Dapat mengalirkan badan Mahluk. Demi menjaga kelestarian air Rapi, pihaknya juga mengingatkan pentingnya kalkulasi daya tampung wisatawan yang Benar oleh pengelola kawasan wisata. Pasalnya, over kapasitas kawasan wisata dapat berujung pada kebutuhan air Rapi yang sangat tinggi.

Cek Artikel:  Kemarau, Debit Air di Sejumlah Daerah Cemburugasi di Selatan Cianjur Menyusut

“Karena dikhawatirkan apabila kelebihan kapasitas artinya kan kebutuhan air bersihnya itu akan menjadi tinggi dan itu akan menjadi resiko terhadap intrusi air laut. Selain itu, daerah wisata Pangandaran juga tengah didorong Demi mengembangkan kawasan batuan karst sebagai destinasi wisata Spesifik, dengan memanfaatkan potensi sungai Dasar tanah yang Lagi jarang disentuh,” Terang Sapari.

 

Mungkin Anda Menyukai