
DINAS Kesehatan Natuna melaporkan dua pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Midai, Natuna meninggal dunia pada januari dan Februari 2025. Memasuki musim penghujan, kasus DBD di Kecamatan Mida meningkat drastis. Oleh karena itu, diperlukan penanganan Demi mencegah meluasnya kasus DBD di Midai Natuna.
Menanggapi situasi ini, Ketua Komisi I DPRD Natuna, Dardani Zulman, meminta Dinkes Natuna Demi segera bertindak. Ia menegaskan bahwa keterlambatan dalam penanganan dapat berdampak Jelek bagi masyarakat dan menambah jumlah korban.
“Setelah mencermati kejadian DBD di Midai, kami dari Komisi I menekankan keseriusan pihak Dinkes agar segera bertindak Segera. Jangan Tamat penyebarannya semakin luas dan berdampak Jelek bagi masyarakat,” ujar Dardani Zulman, Senin (10/2/2025).
Selain itu, Sekretaris Komisi I DPRD Natuna, Erimudin, juga telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna agar segera memerintahkan Dinkes mengambil langkah konkret.
“Pak Sekda sudah kami hubungi agar segera memerintahkan Dinas Kesehatan bertindak Segera. Jangan Tamat Dinkes dianggap lalai dalam menangani kasus ini,” tegasnya, Senin (10/2/2025).
DPRD Natuna berharap langkah pencegahan seperti fogging, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan sosialisasi 3M semakin digencarkan. Masyarakat juga diimbau Demi segera membawa Personil keluarga ke fasilitas kesehatan Apabila mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi, nyeri otot, dan munculnya bintik merah pada kulit.
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD merupakan penyakit yang berbahaya dan Bisa berakibat fatal. (H-2)