Ilustrasi. Foto: Freepik.
Jakarta: Harga Bitcoin (BTC) kembali menguat mendekati level USD80 ribu pada Rabu, 22 April 2026, sebelumnya sempat terkoreksi ke Sekeliling USD74 ribu di awal pekan, Senin, 20 April 2026.
Penguatan ini didorong oleh arus masuk Anggaran institusional yang tetap solid, tercermin dari akumulasi Anggaran pada produk spot Bitcoin ETF Sekeliling USD250,22 juta sepanjang pekan dengan total akumulasi sebesar USD57,95 miliar. Tren ini mengindikasikan permintaan serta kepercayaan terhadap aset kripto Lagi terjaga di tengah dinamika pasar Dunia.
Menariknya, kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran menolak melanjutkan negosiasi dengan Amerika Perkumpulan (AS), meskipun sebelumnya terdapat upaya perpanjangan gencatan senjata dari pihak AS. Kondisi ini menunjukkan pergerakan bitcoin Bukan hanya dipengaruhi oleh sentimen risiko Dunia, tetapi juga oleh kekuatan permintaan, khususnya dari investor institusional dalam jangka panjang.
Vice President Indodax Antony Kusuma menilai penguatan bitcoin Begitu ini mencerminkan perubahan struktur pasar yang semakin didorong oleh partisipasi investor institusional.
“Pergerakan bitcoin Begitu ini Bukan hanya dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek, tetapi juga oleh permintaan yang semakin konsisten dari investor institusional, yang terlihat dari arus masuk melalui produk spot ETF,” ungkap Antony dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 23 April 2026.
“Di tengah ketidakpastian Dunia, kondisi ini Bahkan dimanfaatkan oleh sebagian investor sebagai momentum akumulasi. Hal ini menjadi salah satu Unsur yang menopang harga, meskipun volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi,” tambah dia.

(Vice President Indodax Antony Kusuma. Foto: dok Indodax)
Aset digital jadi bagian dari sistem keuangan modern
Selain Unsur permintaan institusional, dinamika kebijakan moneter AS juga turut memengaruhi pergerakan pasar. Penegasan independensi bank sentral mencerminkan komitmen The Fed dalam menjaga stabilitas ekonomi, Tetapi di sisi lain, ketidakpastian arah Etnis Kembang di tengah kondisi inflasi yang belum sepenuhnya Kukuh Membangun pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati terhadap aset berisiko, termasuk kripto, dalam jangka pendek.
Tetapi, semakin terbukanya pandangan terhadap aset digital sebagai bagian dari sistem keuangan modern turut memberikan sentimen positif bagi prospek jangka panjang industri kripto.
Selain itu, pergerakan harga juga dipengaruhi oleh aktivitas di pasar derivatif. Dalam beberapa waktu terakhir, banyak posisi jual (short) yang terpaksa ditutup ketika harga mulai naik, sehingga memicu terjadinya short squeeze. Hal ini meningkatkan permintaan dalam waktu singkat dan mempercepat penguatan harga dalam jangka pendek.
Secara keseluruhan, kombinasi antara dinamika geopolitik, Unsur makroekonomi, partisipasi institusional, serta kondisi teknikal di pasar derivatif mengindikasikan struktur pasar kripto Begitu ini semakin kompleks. Tetapi demikian, volatilitas tetap menjadi Watak Esensial, sehingga investor perlu tetap mengedepankan manajemen risiko serta melakukan riset secara Independen sebelum mengambil keputusan investasi.
“Bagi kami di Indodax Menyantap kondisi ini sebagai bagian dari dinamika pasar yang perlu disikapi secara bijak. Sehingga, kami mengimbau agar setiap keputusan investasi tetap didasarkan pada pemahaman yang matang serta pengelolaan risiko yang terukur,” Terang Antony.
