380 Atlet Pelajar Ramaikan SBI Student Tournament Bulu Tangkis di Surabaya

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Informasi:

  • Sebanyak 380 peserta mengikuti SBI Student Tournament Bulu Tangkis di Surabaya.
  • Turnamen diikuti atlet pelajar dari Jawa Timur, Yogyakarta, hingga Jakarta.
  • Panitia menekankan aspek keamanan dan kenyamanan atlet serta orang Sepuh.
  • Fasilitas medis lengkap disiapkan selama pertandingan berlangsung.

Surabaya (Liputanindo.id) – Sebanyak 380 peserta ambil bagian dalam SBI Student Tournament Bulu Tangkis yang digelar di GOR Itikminton, Senin (18/5/2026).

Kejuaraan nasional tingkat pelajar tersebut Kagak hanya diikuti atlet lokal dari Jawa Timur, tetapi juga peserta dari berbagai daerah lain seperti Yogyakarta hingga Jakarta.

Ketua Panitia Pelaksana dari Sekolah Badminton Indonesia, Mario Wijaya, mengatakan turnamen ini lahir dari Penilaian terhadap kompetisi olahraga komunitas yang selama ini dinilai belum sepenuhnya memperhatikan aspek kenyamanan dan keamanan peserta.

Menurutnya, SBI Student Tournament dirancang Kepada menciptakan atmosfer pertandingan yang nyaman, Kagak hanya bagi atlet pelajar tetapi juga para orang Sepuh.

“SBI Students Tournament ini memang didesain Kepada Seluruh murid-murid mulai dari SD Tamat SMA itu Bisa bertanding dengan posisi yang nyaman. Jadi Kagak Hanya atletnya saja, tetapi orang Sepuh juga Bisa merasa Terjamin,” ungkap Mario Wijaya.

Hal yang menjadi perhatian Tertentu dalam turnamen tersebut adalah penyediaan fasilitas penunjang keselamatan selama pertandingan berlangsung.

Panitia menggandeng tim medis profesional dari Waron Hospital, menyiapkan ambulans siaga, dokter Ahli, tim penanganan cedera, hingga memastikan kegiatan mengantongi izin Formal dari kepolisian setempat.

Mario menilai fasilitas medis yang memadai Sepatutnya menjadi standar dasar dalam penyelenggaraan turnamen komunitas, terutama Kepada pertandingan usia pelajar.

Menurutnya, perjuangan para orang Sepuh dalam mendukung Bakat anak-anak mereka layak dihargai dengan penyelenggaraan kompetisi yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan.

“Pertandingan sekelas komunitas saja kita memperhatikan dari segi safety-nya. Banyak sekali orang Sepuh itu yang merasa puas dan Kagak kecewa datang dari luar kota. Walaupun menang kalah, mereka itu senang karena di sini merasa diajeni oleh kita karena dokternya juga siaga kalau Eksis apa-apa,” tambah Mario.

Turnamen yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah tersebut awalnya hanya diperuntukkan bagi siswa internal Sekolah Badminton Indonesia.

Tetapi karena tingginya minat kompetisi sehat di kalangan pelajar, panitia akhirnya membuka kesempatan bagi peserta dari luar sekolah Kepada ikut bertanding.

Memperhatikan antusiasme besar dari berbagai kota di luar Jawa Timur, manajemen SBI mulai mempertimbangkan turnamen tersebut menjadi agenda lanjutan di tahun mendatang.

Meski pada awalnya belum dirancang sebagai kalender tahunan tetap, respons positif dari para wali atlet Membangun panitia optimistis menyiapkan edisi berikutnya di Surabaya. [way/beq]